Dua Pemabuk Rusak Taksi Kosti

356

SIMPANG LIMA – Rasa jengkel tak mampu disembunyikan di wajah sopir taksi Kosti Semarang, Ahmad Wibowo, 29, warga Ngabul RT 3 RW 1 Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Dua preman yang diduga dalam kondisi mabuk miras, tiba-tiba menghancurkan mobil taksi yang disopiri saat sedang mangkal di depan Istana Brilliant Simpang Lima, Semarang, Senin (15/12) sekitar pukul 03.00. Kaca mobil taksi bagian depan sebelah kiri pecah akibat dipukuli menggunakan besi oleh dua pelaku. Wibowo sendiri mengaku tidak mempunyai masalah apa pun dengan dua pria tak dikenal tersebut.

”Dua pelaku datang mengendarai motor Yamaha Mio warna biru nopol H-4885-AHG,” kata Wibowo kepada petugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Senin (15/12).

Dijelaskannya, insiden pengerusakan itu bermula saat Wibowo sedang mangkal di depan Istana Brilliant Simpang Lima untuk menunggu penumpang. Pada saat bersamaan, lanjutnya, dua pelaku yang berboncengan mengendarai motor tiba-tiba terjatuh di belakang mobil parkir di tepi jalan. Mobil tersebut ditinggalkan pemiliknya yang sedang makan di salah satu warung di kawasan Simpang Lima. Diduga, dua pelaku sedang mabuk kemudian menabrak mobil parkir tersebut.

Pemilik mobil itu kemudian menghampiri dua pelaku, sembari mengecek kondisi mobil miliknya apakah ada kerusakan atau tidak. ”Tapi justru terjadi cekcok antara pelaku dengan pemilik mobil tersebut,” ujar Wibowo.

Usai terjadi cekcok, dua pelaku sempat pergi meninggalkan lokasi. Namun tak lama kemudian, keduanya kembali ke lokasi kejadian dengan membawa sebatang besi. Terjadilah cekcok kali kedua, hingga pemilik mobil tersebut panik, dan lari ke taksi Wibowo. ”Pemilik mobil itu masuk ke dalam taksi saya. Sedangkan dua pelaku yang mengejar menggebrak kaca taksi dan memukul menggunakan balok besi,” beber Wibowo.

Akibatnya, kaca mobil taksi bagian depan sebelah kiri milik korban hancur. ”Saya nggak tahu apa-apa malah menjadi korban pengerusakan,” katanya.

Dua pelaku saat dimintai pertanggungjawabannya justru marah-marah. Karena jengkel, Wibowo akhirnya melaporkan kejadian itu ke Mapolrestabes Semarang sekitar pukul 05.10, atas dugaan tindak pidana pasal 406 KUHP tentang pengerusakan. Hingga kemarin, kasus ini masih diselidiki aparat Reskrim Polrestabes Semarang. (amu/aro/ce1)