Gagal Permalukan Jatim

389
KALAH KELAS : Striker Jateng Arga Permana saat ditempel pemain Jatim Dendi Setya dalam pertandingan final PON Remaja I, kemarin. (Baskoro septiadi/radar semarang)
 KALAH KELAS : Striker Jateng Arga Permana saat ditempel pemain Jatim Dendi Setya dalam pertandingan final PON Remaja I, kemarin. (Baskoro septiadi/radar semarang)

KALAH KELAS : Striker Jateng Arga Permana saat ditempel pemain Jatim Dendi Setya dalam pertandingan final PON Remaja I, kemarin. (Baskoro septiadi/radar semarang)

SIDOARJO – Jateng gagal mempermalukan tuan rumah Jatim di cabang olahraga paling bergengsi yaitu sepakbola dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I yang telah selesai digelar kemarin.

Dalam partai final yang digelar di Stadion Delta Sidoarjo sore (15/12) kemarin, Jateng harus menyerah 4-2 (0-0). Empat gol Jatim masih-masing diciptakan M Iham Ramadhan di menit 50 dan 66. Kemudian Yesa Wahyu menit 58 dan 83. Sedangkan Jateng hanya mampu membalas dua gol melalui Aditya Wahyu menit 81 dan Fredyan W Sugiarto menit 89.

Tampil dengan skema 3-5-2, Jateng sebenarnya tampil dominan di babak pertama. Dominasi di lini tengah yang dikomandoi Roni Sugeng Aryanto dan Fredyan Sugiantoro sempat membuat tuan rumah kocar kacir. Beruntung kiper Jatim, Yusuf Wahyu tampil dengan baik dengan menggagalkan berbagai peluang dan membuat babak pertama bertahan dengan kedudukan 0-0.

Memasuki babak kedua, Jatim akhirnya memecahkan kebuntuan. M Ilham dan Yesa Wahyu berhasil memanfaatkan blunder kiper Jateng M Nur Taufik yang gagal mengamankan bola dengan baik, 2-0 Jatim memimpin. M Nur Taufik yang berada dalam kondisi kurang baik kembali kebobolan di menit 66 dari kaki M Ilham.

Di menit 81, Jateng membalasnya melalui gol Aditya Wisnu yang memanfaatkan bola muntah di kotak penalti lawan, 3-1. Namun, dua menit berselang, Jatim kembali menambah keunggulan melalui Yesa Wahyu. Dalam posisi 4-1, Pelatih Jateng Ashadi melakukan pergantian kiper M Nur Taufik digantikan Nur Ikhsan.

Pertandingan sempat diwarnai kericuhan di menit 85. Tak hanya pemain yang tersulut emosi, ofisial kedua kesebelasan pun sempat terlibat adu fisik, yang akhirnya dapat dilerai petugas keamanan. Hal itu dipicu oleh pelanggaran keras pemain Jatim, namun bek Jateng Nico Pasuran membalasnya dengan tendangan sehingga mendapatkan kartu merah.

Jateng kembali memangkas skor lewat kaki Fredyan Wahyu di menit 89. Hingga laga usai skor 4-2 untuk Jatim tetap bertahan. ”Kiper M Nur Taufik dalam kondisi kurang baik sehingga melakukan beberapa blunder. Karenanya, kami melakukan pergantian penjaga gawang sebelum laga usai,” kata arsitek Jateng, Ashadi.

”Untuk persiapan yang hanya 15 hari, perjuangan anak-anak sudah maksimal. Bahkan kami tidak sempat berlatih bersama dengan tiga pemain asal Persis Yunior karena mereka baru saja menyelesaikan Liga Soeratin. Kami baru bergabung setelah sama-sama berada di Surabaya,” sambung Ashadi usai laga kemarin. (bas/ric)