Banyak Permintaan, Ekspansi Pasar Semarang

881
DIMINATI : Minuman sarang burung walet merek Young's mulai intensif menggarap pasar Kota Semarang. (NURUL PRATIDINA/RADAR SEMARANG)
 DIMINATI : Minuman sarang burung walet merek Young's mulai intensif menggarap pasar Kota Semarang. (NURUL PRATIDINA/RADAR SEMARANG)

DIMINATI : Minuman sarang burung walet merek Young’s mulai intensif menggarap pasar Kota Semarang. (NURUL PRATIDINA/RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Kota Semarang dinilai sebagai pasar yang cukup potensial untuk mengembangkan produk minuman sarang burung walet. Setahun terakhir, pertumbuhannya cukup tinggi.

“Kami mulai produksi sejak pertengahan tahun 2013. Awalnya 200 botol per bulan, kini bisa mencapai 1.000 botol,” ujar pemilik usaha minuman sarang burung walet merek Young’s, Lenny Sanjaya, kemarin (15/12).

Setelah sukses mengelola sarang burung walet untuk pasar luar negeri, Perusahaan Dagang Jasa Mulya, kini berusaha intensif menggarap pasar Kota Semarang. Menyusul banyaknya permintaan dari masyarakat terhadap produk minuman sarang burung walet Young’s dalam kemasan botol kaca.

“Masyarakat sudah banyak yang mengetahui khasiat sarang burung walet. Tapi masih banyak juga yang bingung menemukan produk dan bagaimana mengolahnya. Karena itu, kami sajikan dalam bentuk minuman yang siap saji,” kata pemilik usaha minuman sarang burung walet merk Young’s, Lenny Sanjaya, kemarin (15/12).

Menurutnya, dilihat dari data penjualan sejak awal pemasaran pertengahan 2013 hingga sekarang, pertumbuhannya bisa mencapai lima kali lipat. Awalnya 200 botol per bulan, kini bisa mencapai 1.000 botol. “Kontribusi dari Kota Semarang mencapai 30 persen di banding kontribusi kota lain seperti Solo, Jogjakarta, dan kota lain,”ujarnya.

Sejauh ini, produsen minuman yang berkhasiat untuk kesehatan tersebut masih memasarkan di Semarang dan sekitarnya. Namun ke depan, mereka juga membidik pasar luar Jawa. Pasar tersebut dinilai cukup potensial. “Ke depan, kami akan mengembangkan keluar Jawa, karena belum banyak produsen produk ini. Jadi peluangnya masih besar,” ujarnya.

Pemilik PD Jasa Mulya, Sanjaya Wijaya menjelaskan, untuk membuat minuman kesehatan cepat saji yang berkhasiat harus mendatangkan bahan mentah sarang burung walet berkualitas dari luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan. ”Sampai di Semarang kami mengolahnya menggunakan air dari proses filterisasi. Kemudian dimasak selama 2,5 jam dan hanya menambahkan gula batu. Sehingga benar-benar alami dan berkualitas,” imbuhnya. (dna/ida)