Terpikat Ketoprak

395
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI

TAK banyak anak muda sekarang yang mengagumi kesenian tradisional. Apalagi seni ketroprak. Tapi beda dengan Nur Intan Sari. Mahasiswi semester III jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini justru terpikat dengan ketoprak.

”Ya, saya tertarik pada ketoprak sejak masuk kuliah. Saya ini sebenarnya di Unnes salah jurusan,” aku gadis berhijab ini pada Radar Semarang kemarin.

Meski awalnya tidak tahu-menahu soal ketoprak, namun setelah menggeluti kesenian tersebut satu tahun belakangan, dara berwajah manis ini mulai jatuh cinta dan menjadikan ketoprak sebagai kesenian yang dipelajarinya secara serius.

”Ketoprak itu menarik, karena saya bisa mengekspresikan diri secara kreatif ketika bermain ketoprak. Saya sendiri sering mendapat peran sebagai seorang laki-laki, itu tidak menjadi masalah, karena memang karakter cowok lah yang pas dengan saya,” ujar penyuka warna biru muda ini.

Gadis kelahiran Tegal, 29 Desember 1996 ini mengaku, kuliahnya menjadi lebih menarik dan semangat sejak mengenal ketoprak. Ia juga mengikuti salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang kesenian Jawa untuk memperdalam ilmu tentang ketoprak. ”Kalau cuma kuliah saja rasanya kurang lengkap, karena saya suka belajar hal baru, dan ketoprak lah yang menjadi pilihan saya,” ungkapnya.

Bagi Intan, masa muda merupakan masa yang tepat untuk belajar hal yang baru. Intan lebih senang mengisi masa-masa mudanya untuk berkegiatan kreatif. ”Berkesenian lah yang bisa membuat saya tertantang,” ucap mahasiswi yang bercita-cita menjadi penyiar berita di televisi ini. (mg17/aro/ce1)