Warga Lempongsari Harapkan Pembenahan Saluran

360
RAWAN LONGSOR: Salah satu kawasan Lempongsari Kota Semarang yang masuk dalam kategori rawan longsor. (Vivin Agustin Hartono/Radar Semarang)
RAWAN LONGSOR: Salah satu kawasan Lempongsari Kota Semarang yang masuk dalam kategori rawan longsor. (Vivin Agustin Hartono/Radar Semarang)
RAWAN LONGSOR: Salah satu kawasan Lempongsari Kota Semarang yang masuk dalam kategori rawan longsor. (Vivin Agustin Hartono/Radar Semarang)

LEMPONGSARI – Sejumlah peristiwa tanah longsor yang terjadi setiap musim hujan di kawasan Lempongsari Kota Semarang, membuat warga resah. Warga berharap Pemkot Semarang melakukan penanganan permanen, seperti pembangunan talut dan saluran air.

”Terus terang saya resah kalau sudah musim hujan begini. Apalagi saluran air yang di perengan belum semuanya diperbaiki. Kami berharap pemerintah memberikan bantuan untuk memperbaiki saluran tersebut, agar tidak menimbulkan tanah longsor,” terang Suharti, 55, warga Jalan Lempongsari Timur itu.

Menurutnya, saluran air yang ada ukurannya kecil, sehingga tidak cukup kuat untuk menampung debit air yang begitu besar. ”Bahkan airnya sering masuk ke rumah warga karena tidak ada saluran lanjutan hingga pembuangan terakhir,” imbuhnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengklaim, menghadapi musim hujan ini pihaknya telah menyiapkan sejumlah antisipasi, seperti membentuk tim siaga bencana dan menetapkan status siaga bencana.

”Antisipasi bencana yang kami lakukan adalah membentuk tim siaga bencana di 32 kelurahan yang masuk kategori rawan bencana. Dan menghadapi musim hujan ini saya nyatakan Semarang sebagai siaga bencana,” terang Hendi, sapaan akrab wali kota, kemarin.

Wali kota juga telah menginstruksikan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Iwan Budi Setiawan untuk mengaktifkan tim siaga bencana. ”Jadi semua tim rescue dan lainnya posisinya sekarang siaga bencana,” tegasnya.
Kepala BPBD Kota Semarang Iwan Budi Setiawan mengatakan, Kota Semarang daerah rawan longsor terdapat di beberapa kecamatan, tetapi tidak di semua kelurahannya. Selain di Kecamatan Semarang Barat, juga Semarang Selatan, Gajahmungkur, Gunungpati dan Ngaliyan.

”BPBD sudah memberi peringatan masyarakat secara langsung kepada lurah dan camat yang wilayahnya termasuk rawan longsor. Kami ingatkan agar saat hujan lebih baik melakukan evakuasi terlebih lebih dulu, agar tidak timbul korban ketika terjadi kejadian bencana longsor,” katanya. (zal/ida/ce1)