Warga Protes, Nilai Ganti Rugi Turun

343

“Jika ingin menolak kami persilahkan untuk mengirim surat kepada gubernur”
Wakil Ketua Panitia Pengadaan tanah (P2T), Tri Priyo Nugroho

SALATIGA— Sejumlah warga Kauman Kidul yang lahannya terkena dampak pembangunan proyek tol Semarang-Solo, mulai protes, seiring dengan munculnya surat edaran gubernur terkait nilai ganti rugi. Dalam surat tersebut, nilai ganti rugi mengalami penurunan. Jika sebelumnya, lahan berupa sawah dihargai Rp 340 ribu, turun menjadi Rp 200 ribu per meter. Kontan surat edaran dari gubernur tersebut membuat cemas masyarakat.

Sri Kadariyah, warga yang tanahnya tergusur mengatakan, jika warga bersama kuasa hukum sudah mengirim surat kepada gubernur. Dalam surat balasan tersebut menyatakan, sawah yang tadinya dihargai Rp 340 ribu menjadi Rp 200 ribu. “Padahal Kabupaten Semarang saja Rp 240 ribu. Ini warga banyak yang mengeluhkan jika harga ganti tanah dari gubernur kok bisa malah turun dua ratus ribu, harusnya-kan tidak bisa begitu. Inikan aneh. Meskipun kita orang kecil tidak dipermaikan seperti itu,” katanya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Panitia Pengadaan tanah (P2T), Tri Priyo Nugroho, mengatakan, jika pihaknya sudah menyampaikan hasil rapat P2T kepada warga. Yang isinya warga diharapkan memberikan tanggapan, baik itu menerima atau-pun menolak. “Jika ingin menolak kami persilahkan untuk mengirim surat kepada gubernur,” terangnya.”Memang masih ada warga yang menolak. Tapi jumlahnya berkurang dari 80 orang menjadi sekitar 50 orang. Dan kami beserta kawan-kawan P2T akan terus melakukan negoisasi kepada warga,” tandasnya.

Tri Priyo menambahkan, jika untuk angka ganti rugi tanah masih sama, yaitu untuk pekarangan rumah sebesar Rp 1,7 juta sedangkan untuk sawah Rp 300 ribu per meter. “Memang rencana akhir negoisasi adalah bulan Desember ini. Kita ditargetkan harus final. Tapi karena ada perpres yang baru, maka kami diberi kesempatan sampai tahun 2015. Kami meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk membantu pemerintah, karena efeknya positif terhadap perkembangan di Salatiga,” katanya. (mg14/zal)