Wisatawan Jateng Belum Benar-Benar Pelesir

295

SEMARANG – Provinsi Jateng harus lebih gencar mempromosikan potensi pariwisatanya. Sebab meski kaya akan destinasi, jumlah wisatawan yang berkunjung ke provinsi ini belum sesuai harapan. Dari data yang masuk, wisatawan lokal yang berkunjung ke Jateng tidak benar-benar dengan tujuan berlibur.

Sekretaris Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Atmani mengatakan motivasi kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) Jateng yang terbesar adalah mengunjungi teman/keluarga (51,05 persen). Setelah itu, berlibur/rekreasi (29,13 persen), dan berziarah/keagamaan (10,81 persen). ”Wisatawan asal Jateng juga lebih banyak berwisata keluar provinsi daripada di Jateng sendiri,” kata dia pada pertemuan Forum Komunikasi Sinkronisasi dan Sosialisasi Program Kebudayaan dan Pariwisata di Tlogo Plantation Resort, Senin (15/12).

Menurutnya, Presiden Jokowi telah menargetkan pada 2019 ada 20 juta wisatawan mancanegara (Wisman) dan 275 juta wisnus berkunjung ke Indonesia. ”Presiden menginginkan pada 2019 Indonesia menjadi destinasi utama pariwisata dunia dengan menghasilkan Rp 240 triliun devisa, serta 13 juta tenaga kerja,” ujarnya.

Dia menambahkan butuh upaya besar untuk mewujudkan hal tersebut. Mengingat tahun 2013 lalu, daya saing pariwisata Indonesia berada di urutan 70 dari 140 negara. Banyak faktor yang menjadi kendala yaitu infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT, kebersihan dan kesehatan. Padahal, seharusnya Indonesia memiliki daya saing tertinggi karena kaya sumber daya alam, prioritas kepariwisataan, dan daya saing harga.

”Jumlah wisman terbesar ke Indonesia dalam 4 tahun terakhir berasal dari Singapura, Malaysia, Australia, dan Tiongkok. Pesaing utama Indonesia di bidang kepariwisataan adalah Thailand dan Vietnam, karena memiliki karakteristik inbound lebih beragam dibandingkan komposisi inbound Singapura dan Malaysia,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng, Prasetyo Aribowo mengatakan perlu ada sinkronisasi dengan kabupaten/kota guna mencapai target besar tersebut. Yang tak kalah penting adalah keterpaduan industri pariwisata dengan pemerintah mengingat industri lebih senang menjual paket outbound dibandingkan inbound di Jateng.

Dikatakan dia, mayoritas wisatawan asing yang datang ke Jateng masih menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi utama. ”Namun kami masih kembangkan lagi agar Karimunjawa, Dieng, dan Sangiran bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Tahun 2015 nanti pihaknya menargetkan ada 430.000 wisman dan 27 juta wisnus berkunjung ke Jateng. ”Saya optimistis karena Kapal Cruise yang masuk Jateng meningkat terus, itu menyumbang sekitar 30 ribu wisatawan. Kami juga bekerja sama dengan travel agent Jogja karena mereka juga menjual Jateng,” tandasnya. (ric/ida/ce1)