13 Ribu Siswa SMP Bakal Ikuti Unas

297

KAJEN-Meski tidak menjadi penentu kelulusan siswa, namun Ujian Nasional (Unas) tetap menjadi acuan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena itulah, pihak sekolah berusaha meningkatkan kualitas hasil Unas dengan memberikan jam tambahan di sekolah dan pelaksanaan tryout sebanyak 3 hingga 4 kali.

Kasi SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan, Suswanda mengatakan bahwa Unas SMP/MTs akan digelar serentak pada 4 Mei hingga 7 Mei 2015 dengan 13 ribu peserta. Para siswa diharapkan siap menghadapai Unas dengan berbagai persiapan, sehingga hasil Unas di Kabupaten Pekalongan semakin baik. “Jika hasil Unas jelek, maka siswa akan kesulitan berkompetisi untuk masuk ke SMA favorit,” ungkapnya, kemarin.

Dipaparkan, di Kabupaten Pekalongan, terdapat 13.551 siswa SMP sederajat yang siap menghadapi Unas. Dari jumlah tersebut 9.711 merupakan siswa SMP negeri dan swasta, 184 siswa SMP terbuka dan 3.656 siswa MTs negeri/swasta.
“Mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. Untuk ujian susulan akan dilaksanakan pada 11-15 Mei 2015,” jelasnya.

Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Umaidi mengatakan bahwa fungsi Unas tidak lagi sebagai penentu kelulusan siswa, melainkan sebagai pemetaan kualitas pendidikan. Selain itu, kendati kelulusan masing-masing siswa menjadi kewenangan lembaga pendidikan, namun Unas tetap tidak boleh diremehkan. “Karena hasilnya merupakan pencerminan kualitas pendidikan di suatu wilayah, Unas harus tetap dikerjakan secara maksimal,” katanya.

Terkait pelaksanaan, soal Unas Kabupaten Pekalongan sudah tiba sejak Jumat (2/5). Distribusi soal Unas di Kabupaten Pekalongan dilakukan melalui tiga korwil. Yakni korwil I di SMP 1 Wiradesa, korwil II di SMP 1 Kedungwuni dan korwil III di SMP 1 Kajen.
“Untuk penjagaan soal Unas kali ini, tidak lagi melibatkan petugas kepolisian. Hanya dijaga oleh internal dinas pendidikan setempat dan sekolah penyelenggara,” ungkapnya.

Terkait dugaan kebocoran soal, Umaidi mengatakan bahwa dirinya meyakini tidak akan terjadi. “Saya percaya dengan integritas guru-guru di Kabupaten Pekalongan. Selain itu, kunci pintu ruang penyimpanan soal Unas dipegang oleh tiga orang di masing-masing korwil,” pungkasnya. (hil/ida)