Bikin Turnamen Pelipur Lara

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SIA-SIA: Berbulan-bulan para pemain PSIS berlatih, namun akhirnya kompetisi ditiadakan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
SIA-SIA: Berbulan-bulan para pemain PSIS berlatih, namun akhirnya kompetisi ditiadakan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kompetisi Divisi Utama urung bergulir karena konflik antara PSSI dan Menpora. Sama seperti ratusan klub lain, eksistensi tim PSIS Semarang yang saat ini telah terbentuk dan sudah menggelar persiapan panjang terancam sia-sia.

Manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar ini, tengah berusaha menggodog beberapa alternatif agar setidaknya para pemain dapat bertanding. Salah satunya adalah mencoba membuat turnamen.

“Kami akan selesaikan hak gaji pemain dulu sampai bulan April. Setelah itu tentu tidak ada gaji bulanan karena kompetisi tidak ada. Nah, rencananya kami juga akan membuat turnamen untuk memberi kesempatan bertanding kepada pemain dan mereka mendapat honor. Karena kasihan juga kalau mereka tidak mendapat pemasukan selama kompetisi berhenti,” terang CEO PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) Alamsyah Satyanegara Sukawijaya.

Dalam waktu dekat ini, pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu mengaku akan melakukan konsultasi baik dengan pihak PSSI maupun pemerintah terkait keinginan mereka untuk menggelar turnamen. “Kita ini kan sebenarnya netral, makanya kami akan mencoba minta ijin kepada PSSI dan pemerintah terkait rencana turnamen itu. Boleh atau tidak? Terutama terkait dengan masalah perizinan,” bebernya.

Jika memang diizinkan, Yoyok mengaku rencananya juga akan memanggil tim-tim Indonesia Super League (ISL) yang masih tetap eksis untuk menggelar laga persahabatan atau mini turnamen tersebut. “Karena pastinya tim-tim lain kan juga berfikiran sama dengan kami bahwa tim harus tetap eksis karena berkaitan juga dengan nasib pemain kalau tim benar-benar vakum,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Jateng itu.

Sementara terkait dengan kompetisi yang rencananya akan digulirkan Pemerintah melalui tim transisi bentukan Kemenpora, pihaknya mengaku PSIS masih harus pikir-pikir jika ingin turun pada kompetisi tersebut. “Memang itu dilematis juga, kita harus tunduk pada Pemerintah, namun tim sepak bola kan juga punya induk organisasi tertinggi yaitu PSSI. Makanya kami wait and see dulu saja, kita lihat nanti, termasuk harus melihat legalitas kompetisi nantinya seperti apa,” pungkas Yoyok Sukawi. (bas/smu)

Berita sebelumyaMay Day, Buruh Tolak MEA
Berita berikutnyaSukses Penuhi Target
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -