Bupati Widya Luncurkan Jam Belajar Masyarakat

309
HARDIKNAS: Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Desa Cening, Singorojo, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARDIKNAS: Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Desa Cening, Singorojo, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARDIKNAS: Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Desa Cening, Singorojo, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menginisiasi pendidikan merata di semua daerah. Menurutnya, sudah menjadi hak seluruh masyarakat dari pelosok pedesaan sampai perkotaan, miskin atau kaya, bisa mengenyam pendidikan secara layak. Sehingga wajib belajar (wajar) 14 tahun hingga lulus Diploma II (D-2) yang digagasnya bisa terlaksana. Hal tersebut disampaikan Widya Kandi saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Desa Cening, Kecamatan Singorojo, Kendal, kemarin (4/5).

Peringatan Hardiknas sengaja dipusatkan di lapangan Cening, karena ia ingin melihat langsung kondisi masyarakat di desa terpencil dan pelosok tersebut. Sebab, pendidikan merupakan satu-satunya akses untuk masyarakat maju. Karena itu, semua kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan harus dipenuhi.

Meski kondisi jalan ke lokasi cukup terjal serta diguyur hujan, hal tersebut tidak mengurangi semangat Widya Kandi. Ia tetap memberikan suntikan semangat belajar kepada warga Cening dan Singorojo. Widya mengaku rela blusukan karena ingin melihat masyarakatnya sadar akan pendidikan.

Saat menjadi inspektur upacara, Widya dalam sambutannya mengusung tema “Pendidikan sebagai Gerakan Mencerdaskan dan Menumbuhkan Generasi Berkarakter Pancasila.’ Momentum tersebut ia manfaatkan untuk menyukseskan wajar 14 tahun di Kendal.

“Selain itu, saya juga akan meluncurkan jam belajar masyarakat (jambemas). Di mana mewajibkan masyarakat wajib mendidik dan mendampingi putra-putrinya yang masih sekolah untuk belajar. Jambemas ini akan saya perkuat dengan perbup atau perda nantinya,” ujarnya kemarin.

Menurutnya, kesuksesan belajar bukan hanya tanggung jawab instusi sekolah, dalam hal ini guru semata. Tapi juga seluruh masyarakat dan orang tua siswa sendiri. “Masyarakat juga harus memberikan contoh yang baik di lingkungannya kepada anak-anak. Contoh bertutur kata halus, bersikap sopan, dan mengajarkan kebaikan,” katanya.

Sedangkan orang tua menjadi peran sentral pendidikan dalam keluarga. Tidak hanya memberi contoh yang baik, tapi juga harus mendampingi anak saat belajar. “Dengan perhatian bersama dari semua elemen, maka pendidikan maju di Kendal bukan lagi mimpi,” ujarnya.

Sedangkan peran pemerintah, diakuinya, adalah memberikan fasilitas bantuan kepada warga yang kurang mampu untuk bersekolah. Seperti pemberian beasiswa, pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengembangan infrastruktur sekolah. “Jangan sampai ada warga miskin tidak bisa sekolah,” katanya.

Bupati Widya Kandi menyampaikan, pendidikan di manapun berada dianggap mengambil peran aktif. Sebab, pendidikan membangkitkan potensi peserta didik agar bisa menjadi manusia berkarakter mulia, mampu meraih cita-cita, dan menjadi pembelajaran sepanjang hidup. Makanya semua elemen masyarakat untuk terlibat dalam proses pendidikan.

Usai pelaksanaan upacara, Bupati Widya menggelar dialog interaktif di SMP Negeri 4 Singorojo yang berlokasi tidak jauh dari lapangan tempat berlangsungnya upacara. Ia menjelaskan, pemerintah desa (Pemdes) nantinya mempunyai kewajiban menyekolahkan warganya hingga Diploma II. Biayanya diambilkan dari anggaran dana desa (ADD), dan mulai tahun ini desa sudah mulai digelontor dana sendiri.

Bupati berharap melalui program wajib belajar 14 tahun, akan tercipta generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tapi cerdas spiritual emosional. Selain itu juga mengusai keterampilan. (bud/aro)