Ganggu Lalulintas, Pedagang Ditertibkan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BONGKAR TENDA : Satpol PP Batang menertibkan tenda Pedagang Kaki Lima yang berjualan di atas trotoar Jalan Sutomo dan Alun-alun Batang, Senin (4/5) pagi kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BONGKAR TENDA : Satpol PP Batang menertibkan tenda Pedagang Kaki Lima yang berjualan di atas trotoar Jalan Sutomo dan Alun-alun Batang, Senin (4/5) pagi kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang di sepanjang trotoar Jalan Sutomo, Desa Watusalit, Kabupaten Batang, atau di depan Pasar Darurat, Senin (4/5) pagi kemarin, ditertibkan petugas Satpol PP. Lapak dan peralatan yang ditinggalkan pedagang kaki lima di trotoar jalan tersebut, diangkut petugas.

Penertiban tersebut dilakukan lantaran ada keluhan pedagang di dalam Pasar Darurat. Pasalnya, sejak adanya ratusan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Sutomo, Pasar Darurat menjadi sepi. Pembeli lebih suka berbelanja di pinggir jalan daripada harus masuk ke dalam Pasar Darurat.

Kendati begitu, pedagang kaki lima di trotoar Jalan Sutomo yang sudah berdagang selama 2 bulan, tak terima dengan penertiban tersebut. Mereka beralasan, peralatan berdagang dibawa petugas Satpol PP tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Nurjanah, 42, pedagang sayuran di Jalan Sutomo menyatakan bahwa larangan berdagang di sepanjang Jalan Sutomo, seharusnya dilakukan sejak dua bulan lalu. Sebelum para pedagang membuat bangunan semi permanen berupa tenda.

“Kami berdagang sudah dua bulan, tapi kenapa baru sekarang dilarang. Kini, tenda dicopot semua oleh Satpol PP,” kata Nurjanah yang mengaku punya los di dalam Pasar Darurat.

Penertiban juga dilakukan terhadap sejumlah pedagang yang mangkal di Alun-Alun Kota Batang, Jalan A Yani, Jalan Yos Sudarso, Jalan Wahid Hasyim serta sepanjang jalan protokol Kabupaten Batang. “Biasanya kami jualan di trotoar Alun-Alun Kota Batang, tidak ada penertiban. Ini baru pasang tenda, sudah dicopot Satpol PP,” ungkap Sunaryo, pedagang makanan dan minuman ringan.

Kepala Satpol PP, Ulul Azmi, menandaskan bahwa penertiban dilakukan, karena pedagang tidak boleh berjualan di atas trotoar. Terlebih yang ada di sepanjang Jalan Sutomo. Menurutnya semua pedagang Pasar Batang, harus berjualan di dalam Pasar Darurat, bukan di luar pasar. “Ada 100-an pedagang di sepanjang trotoar Jalan Sutomo. Mereka kami tertibkan karena menyalahi aturan berdagang di atas trotoar. Itu sangat mengganggu arus lalulintas di jalan tersebut,” tandas Ulul.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Kabupaten Batang, Jamal Abdul Naser menegaskan bahwa para pedagang baru yang tidak memiliki los di Pasar Darurat dan ingin berdagang, sudah disediakan tempat di area terminal. Letaknya bersebelahan dengan Pasar Darurat.

“Dengan adanya pedagang di sepanjang Jalan Sutomo, tidak hanya menyebabkan jalan menjadi semrawut, juga menimbulkan kecemburuan pedagang yang berada di dalam Pasar Darurat. Pemkab Batang tidak melarang warganya berdagang, tapi jangan berjualan di atas trotoar, terlebih di depan Pasar Darurat,” tegas Jamal. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -