Yoyok Siap Gandeng Ahmadi

325

GEDUNG BERLIAN- Tekad Alamsyah Sukawijaya alias Yoyok Sukawi maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 9 Desember mendatang rupanya bukan main-main. Bahkan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jateng ini kemarin (4/5) secara khusus ‘merayu’ politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmadi untuk ikut meramaikan pesta demokrasi tersebut. Seorang diri Yoyok menemui Ahmadi di ruang FPKS DPRD Jateng. Ia menilai Ahmadi merupakan sosok yang mumpuni dan memiliki kapasitas untuk bertarung dalam pilwalkot mendatang.

Yoyok mengatakan, ajakannya untuk Ahmadi mendaftar bukan tanpa alasan. Ahmadi dinilai memiliki jam terbang yang cukup tinggi dan matang dalam dunia politik. Selain itu, Ahmadi juga merupakan politisi dari dapil 1 (Kota/Kabupaten Semarang, Kendal dan Salatiga).

“Ya, saya ajak untuk meramaikan pilkada. Mungkin nomor 1 (wali kota), atau nomor 2 (wakil wali kota). Beliau memiliki kapasitas yang oke,” kata Yoyok kemarin.

Ia menambahkan, tidak hanya dirinya yang mengajak, tapi juga dari Koalisi Tugu Muda (Golkar, PKS dan Demokrat). Meski begitu, ia belum terpikirkan apakah nanti maju dalam pilwalkot berpasangan dengan Ahmadi atau tidak. “Ya, tidak berarti majunya bareng dengan saya,” ucapnya.

Ahmadi sendiri tidak menganggap enteng ajakan Yoyok untuk maju dalam pilwalkot. Ia bahkan akan terbang langsung ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan DPP PKS, Kamis (7/5) lusa. “Ya, Insya’Allah Jumat (8/5) mendaftar,” katanya singkat.

Sementara itu, head to head sepertinya sangat diharapkan oleh bakal calon wali kota, Soemarmo HS, dalam pilwalkot mendatang. Untuk mewujudkan hal itu, ia sangat mendorong agar dua gerbong koalisi, yakni Koalisi Tugu Muda dan Koalisi Garuda-Matahari (Gerindra-PAN) bergabung.

Saat ini, Soemarmo sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota di Koalisi Garuda-Matahari. Di Koalisi Tugu Muda yang sedang membuka pendaftaran, ia juga berencana ikut mendaftarkan diri. Dengan dua koalisi ini bergabung, maka gabungan koalisi ini akan mengusung satu pasangan calon wali kota-wakil wali kota.

Soemarmo mengatakan, harapan dua koalisi ini bergabung supaya pemerintahan Kota Semarang ke depan bisa kuat. Pemerintah akan mudah goyah, apabila tidak ada dukungan dari legislatif atau anggota dewan. Sehingga roda pemerintahan pun nantinya tidak bisa berjalan maksimal.

“Saya ingin mengabungkan dua koalisi ini, karena untuk kondusivitas pemerintahan, perlu didukung legislatif. Masyarakat juga pasti akan senang, karena (legislatif dan eksekutif) tidak ribut terus,’’ katanya kemarin.

Tidak hanya meminta koalisi ini bergabung, Soemarmo juga mengajak partai lain yang belum koalisi ikut bergabung. Seperti PKB, PPP, dan Nasdem. Ia menegaskan, partai di KMP (Koalisi Merah Putih) dan KIH (Koalisi Indonesia Hebat) di Semarang diharapkan bisa bersatu. “Kita berharap PKB, Gerindra, Demokrat, Golkar, PKS, bahkan Nasdem bisa bergabung, termasuk PPP,’’ tegasnya.

Pengarah koalisi Gerindra-PAN, Wachid Nurmiyanto, mengatakan, bergabungnya Koalisi Garuda-Matahari dan Koalisi Tugu Muda tetap terbuka. Gabungan dari dua koalisi itu tetap mungkin terjadi apabila calon wali kota yang diusung sama. Koalisi Garuda-Matahari sendiri, juga tidak pernah menutup bagi partai lain untuk bergabung.

“Bergabung itu bisa saja terjadi, kalau calonnya yang diusung ternyata sama. Sejak awal, koalisi kami juga selalu terbuka untuk partai apa saja bergabung,’’ katanya.

Koordinator Koalisi Tugu Muda, Agung Budi Margono, mengatakan, pihaknya belum mengarah pada soal bergabungnya dua koalisi. Pihaknya saat ini berharap, siapapun yang merasa peduli dengan Semarang mendaftar di Koalisi Tugu Muda. Termasuk di antaranya Soemarmo yang sudah menyatakan siap mendaftarkan diri.

Di sisi lain, Koalisi Garuda-Matahari kemarin kembali menerima pendaftar wakil wali kota, yakni Wakil Ketua DPD PAN Sukabumi, Husein Alamsyah. Dia mendaftarkan diri dan mengaku siap menjadi pendamping bakal calon wali kota Soemarmo HS.

“Saya menyatakan diri menjadi bakal calon wakil wali kota dulu, sembari belajar. Nanti kalau sudah siap, saya akan mencalonkan diri jadi wali kota. Sekarang belajar dulu,” kata Husein yang juga Wakil Ketua DPD Apindo Sukabumi tersebut.

Ditambahkan, ia ingin membangun kota ini lebih baik lagi. Dia berharap, Kota Semarang bisa menjadi pusat ekonomi baru, tidak hanya Jakarta, Surabaya, dan Bandung. “Semarang juga harus eksis, dan menjadi kota megapolitan baru,” tegasnya.

Berangkat dari latar belakang pengusaha sekaligus pekerja, dia juga ingin memperjuangan nasib pengusaha dan buruh supaya berkembang dan lebih sejahtera. (fth/zal/aro)