5 Mantan Aktivis Kampus Ditahan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DIGELANDANG: Satu dari lima mantan aktivis kampus, Azka Najib (dua dari kanan) saat akan dibawa ke Lapas Kedungpane dengan mobil tahanan Kejati Jateng kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIGELANDANG: Satu dari lima mantan aktivis kampus, Azka Najib (dua dari kanan) saat akan dibawa ke Lapas Kedungpane dengan mobil tahanan Kejati Jateng kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PLEBURAN- Lima mantan aktivis kampus ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Selasa (5/5) kemarin. Mereka diduga melakukan korupsi dana bantuan sosial (bansos) tahun 2011. Empat dari lima tersangka adalah Azka Najib, Musyafak, Agus Khanif, dan Aji Hendra Gautama dari UIN Walisongo. Sedangkan seorang tersangka lainnya adalah Farid Ihsanudin dari Universitas Semarang (USM).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jawa Tengah, Eko Suwarni, membenarkan penahanan terhadap lima tersangka yang merupakan mantan aktivis kampus tersebut. Ia menjelaskan, awalnya para tersangka mengajukan proposal permohonan dana bansos Pemprov Jateng. Namun setelah dana cair, ternyata tidak digunakan sebagaimana mestinya.

“Rinciannya, Azka menerima dana bansos sebesar Rp 83 juta, Musyafak Rp 84 juta, Farid Rp 65 juta, Agus Rp 52 juta dan Aji Rp 44 Juta. Dua orang dari mereka masih mahasiswa. Ketika mengajukan proposal, ada yang berstatus mahasiswa, dan ada yang dari anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),” bebernya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Eko mengatakan, pihaknya menyidik para tersangka setelah mendapat laporan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Tengah.

“Setelah laporan itu ditindaklanjuti, penyidik kejaksaan menemukan kejanggalan. Di laporan pertanggungjawabannya ada kegiatan, lengkap dengan foto-foto. Tapi setelah kami konfirmasi ke hotel tempat kegiatan sesuai di proposal, ternyata tidak ada kegiatan. Saat kami periksa, para tersangka mengakui kalau semua fiktif,”jelasnya.

Dari penelusuran yang dilakukan, lanjut Eko, penyidik juga menemukan ternyata alamat lembaga yang digunakan para tersangka mengajukan proposal tidak jelas. “Alamat penerima dana bansos sebagian fiktif. Ketika ditemukan lembaga tersebut, tapi bukan alamat sekretariat lembaga, tapi berupa tanah kosong, SPBU, dan sebuah rumah makan,”ujarnya.

Eko mengaku, saat ini pihaknya tengah memburu aktor utama dalam kasus tersebut. Ia juga mengatakan, pihaknya telah menetapkan tersangka lain, yakni Joko Mardianto, mantan Kepala Biro Bina Sosial Pemprov Jateng serta anak buahnya Joko Suryanto.

“Penahanan lima orang tadi merupakan pengembangan kasus dari kedua tersangka tersebut. Sebenarnya ada 6 tersangka yang mau ditahan, namun seorang di antaranya mangkir, yakni Maya Aulia, juga aktivis mahasiswa,” katanya.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Johny Manurung, menambahkan, kelima tersangka akan ditahan selama 20 hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang. Sedangkan dua tersangka, yakni Joko Mardianto dan Joko Suryanto hingga saat ini belum dilakukan penahanan. “Kedua tersangka (duo Joko) akan segera ditahan guna penyidikan lebih lanjut,”tandasnya.

Ia menduga masih ada aktor intelektual yang sampai sekarang berkeliaran. “Terkait MA (Maya Aulia), nanti kami akan terus lakukan pemanggilan dan kalau terpaksa kami akan jemput paksa. Alamat jelasnya kami masih mencari. Kalau nanti ditemukan tersangka baru, kami akan telusuri lebih jauh dan segera menindak apabila terbukti,”katanya.

Dalam kasus tersebut, Johny mengatakan ada satu tersangka yang juga mengajukan beberapa proposal dana bansos untuk satu tahun. “Jadi tidak satu saja. Satu orang minimal mengajukan lima proposal, hingga kerugian totalnya Rp 328 juta. Alamat lembaga yang digunakan juga ada yang satu rumah, tapi mengajukan beberapa nama lembaga,” ujarnya. (bj/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -