Belum Terapkan DP 1 Persen

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Para pengembang perumahan di Jawa Tengah belum ada yang menerapkan program uang muka atau down payment (DP) 1 persen untuk pembelian rumah FLPP. Padahal, program tersebut sudah dicanangkan oleh pemerintah, khususnya untuk mendukung program 1 juta rumah.

Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng Bidang Tata Ruang, Joko Santoso mengatakan, belum dilakoninya penerapan DP 1 persen ini dikarenakan para pengembang belum menerima petunjuk pelaksanaan kebijakan tersebut. Sampai saat ini para pengembang perumahan FLPP masih menerapkan uang muka 10 persen. “Nantinya kita akan mengikuti kebijakan DP 1 persen, tapi sampai sekarang belum karena belum ada petunjuknya,” katanya, kemarin.

Menurutnya, para pengembang siap untuk melaksanakan kebijakan baru tersebut. Terlebih dengan uang muka hanya 1 persen akan meringankan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hanya saja, masalah daya beli MBR masih menjadi kendala. “Daya beli MBR masih sangat rendah.
Padahal para pengembang sebenarnya sudah melakukan berapa upaya untuk meningkatkan penjualan mulai dari menerapkan DP hanya 5 persen dari seharusnya 10 persen, tapi tetap saja daya belinya masih lemah,” ungkapnya. Oleh karena itu, lanjut Joko, pihaknya berharap kebijakan baru tersebut segera bisa direalisasikan, sehingga mampu meningkatkan daya beli.

Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Perumahan Rakyat, Andi Kurniawan menambahkan, saat ini kondisi para pengembang perumahan menengah ke bawah khususnya FLPP sulit untuk mendongkrak penjualan. Untuk itu, REI Jateng sangat mendorong rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang akan menurunkan uang muka untuk pembelian rumah subsidi menjadi 1 persen dengan masa waktu KPR sampai dengan 30 tahun.

“Tahun ini REI Jateng mentargetkan khusus untuk rumah FLPP mencapai 10.000 unit. Adapun dari data yang dihimpun REI Jateng, saat ini para pengembang perumahan rakyat sudah menyiapkan setidaknya 3.000 unit rumah,” imbuhnya. Sementara, meski yang disiapkan baru 3.000 unit, Andi optimistis realisasinya akan mencapai lebih dari 8.000 unit. (aln/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -