Buruh Pabrik Plastik Dibunuh

442
EVAKUASI: Tim Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Genuk saat mengevakuasi jenazah Siti Masrifah di semak-semak Kawasan Industri Terboyo Megah, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI: Tim Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Genuk saat mengevakuasi jenazah Siti Masrifah di semak-semak Kawasan Industri Terboyo Megah, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI: Tim Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Genuk saat mengevakuasi jenazah Siti Masrifah di semak-semak Kawasan Industri Terboyo Megah, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GENUK- Seorang buruh pabrik plastik, Siti Masrifah, 28, warga Wonorejo Pasir, Timbul Sloko, Sayung, Demak, ditemukan tewas mengenaskan di Kawasan Industri Terboyo Megah, Genuk, Semarang, Selasa (5/5) sekitar pukul 05.30. Tubuh wanita yang kesehariannya bekerja sebagai mandor pabrik itu dibuang di semak-semak area pembuangan sampah tak jauh dari tempat kerjanya.

Diduga, Masrifah diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh dengan cara leher dijerat menggunakan tali tas. Sebab, jasad korban ditemukan luka jerat di bagian leher. Selain itu, celana legging warna krem yang dikenakan korban dalam kondisi melorot hingga lutut. Sedangkan di mulut korban disumpal menggunakan kain.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian menyebutkan, kali pertama jasad korban ditemukan oleh seorang nelayan bernama Karyadi, 40, sekitar pukul 05.30. Pagi itu, Karyadi hendak menuju ke rumah Miyati di Kampung Trimulyo, Genuk, untuk meyetorkan hasil tangkapan kepiting. Saat itulah ia melihat sesosok mayat di semak-semak di antara tumpukan sampah.

Setelah melihat sebentar, Karyadi kemudian pergi untuk menyetorkan kepiting. Di rumah Miyati tersebut, Karyadi bertemu dengan Bukhori dan menceritakan apa yang dilihatnya di tempat pembuangan sampah. Kemudian keduanya langsung menuju ke lokasi disusul oleh warga lainnya.

“Pas lewat curiga karena ada orang di semak-semak. Saya lihat ternyata mayat. Saya langsung mengantar kepiting dan panggil teman-teman,” ujar Karyadi saat dimintai keterangan polisi.

Saat ditemukan, terang Karyadi, korban mengenakan kaos warna ungu, jaket cokelat, dan memakai kaos kaki warna ungu. “Celana korban melorot sampai lutut. Tercium bau tidak sedap,” katanya.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Genuk dan diteruskan ke Polrestabes Semarang. Tak berselang lama, sejumlah petugas Polsek Genuk dan tim Inafis Polrestabes Semarang tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi tubuh Masrifah. Polisi juga memasang pita kuning atau police line. Sejumlah saksi dimintai keterangan.

Hasil pemeriksaan polisi, cincin dan kalung emas milik korban masih menempel di tubuh korban. Selain itu, ditemukan sepeda motor Honda Supra X bernopol H-2697-AN terparkir sekitar 20 meter dari lokasi jenazah. Kunci motor dibawa korban. Barang-barang lain yang ditemukan adalah tas berisi handphone, charger, dan sepasang sepatu. Barang-barang tersebut diduga milik Masrifah.

Identifikasi tersebut memberi petunjuk awal bahwa Masrifah tewas bukan korban perampokan. Diduga ada motif lain dalam pembunuhan terhadap wanita mandor pabrik tersebut.

“Ada dugaan pemerkosaan, tubuh korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang. Celana korban melorot sampai lutut. Tapi kepastiannya apakah korban diperkosa atau tidak, masih menunggu pemeriksaan dokter,” ujar salah seorang petugas Inafis.

Mengenai identifikasi fisik korban, jenazah tersebut memiliki ciri-ciri rambut bergelombang, tinggi badan 150 sentimeter, dan kulit sawo matang. Selain dugaan diperkosa, ditemukan luka bekas jeratan di leher, dan bekas pukulan benda tumpul di kepala bagian belakang. Diduga korban dipukul menggunakan helm. Kejadian tersebut sontak menggemparkan warga sekitar dan langsung berbondong-bondong ke lokasi kejadian untuk menyaksikan proses evakuasi.

Seorang saksi, Buchori, 50, mengaku, sempat melihat motor milik korban terparkir sejak Senin (4/5) sekitar pukul 18.00. Namun Buchori mengaku tidak menaruh curiga. “Saya kira motor tersebut milik warga yang mencari ikan, atau memancing. Kaget, tahu-tahu pagi tadi (kemarin) ditemukan mayat,” katanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, mengatakan, pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan dan belum bisa memastikan motif pembunuhan tersebut. “Sejumlah barang yang ditemukan sudah kami sita sebagai barang bukti. Masih kami telusuri,” ujar Sugiarto.

Pihaknya mengaku masih mengembangkan penyelidikan dari barang-barang yang diamankan untuk mengetahui apakah peristiwa tersebut pembunuhan murni, pembunuhan yang disertai kekerasan seksual atau lainnya.

“Yang jelas ada temuan dugaan kekerasan di tubuh korban. Di leher korban ditemukan luka bekas jeratan. Diduga pelaku menjerat menggunakan tali tas. Tubuh korban ditemukan luka lebam. Diduga dipukul berulang kali menggunakan tangan kosong,” ungkapnya.

Sugiarto juga menjelaskan, tidak ada barang milik korban yang hilang. Jenazahnya langsung dibawa mobil ambulans menuju RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan proses otopsi. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter.

Hingga petang kemarin, aparat Reskrim Polrestabes Semarang masih melakukan penelusuran dengan memelajari barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Hal itu untuk melacak jejak siapa pelaku pembunuhan sadis tersebut. (amu/aro)