Curiga, saat Masrifah Tak Kunjung Pulang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PIHAK keluarga korban Siti Masrifah, 28, mengaku curiga, karena buruh pabrik plastik tersebut hingga menjelang malam tak kunjung pulang di rumahnya Desa Wonorejo Pasir, Timbul Sloko, Sayung, Demak.

“Kami mulai curiga karena Masrifah hingga Senin (4/5) pukul 20.00 tidak pulang ke rumah,” kata kakak korban, Nur, 30, saat dimintai keterangan di Mapolsek Genuk Semarang, Selasa (5/5).

Dijelaskannya, kesehariannya, Masrifah bekerja di sebagai mandor di pabrik plastik di Kawasan Industri Terboyo Megah, Genuk. Korban setiap hari berangkat dan pulang kerja mengendarai sepeda motor Honda Supra X bernopol polisi H-2697-AN sendirian.

“Biasanya, Masrifah pulang dari tempat kerjanya pukul 16.00. Perjalanan normal, sampai rumah biasanya pukul 17.00. Namun kemarin hingga pukul 20.00 tidak pulang dan tidak ada kabar,” ujarnya.

Pihak keluarga berusaha mencari informasi kepada teman kerja korban. “Saya coba cek ke teman kerjanya, menurut keterangan dari teman kerjanya, Masrifah sudah pulang sekitar pukul 17.00, kami bingung kok belum sampai rumah,” ceritanya.

Nur mengaku terus berusaha mencari keberadaan adik tercintanya. Ia mengaku tambah khawatir karena nomor handphone Masrifah tidak aktif, atau tidak bisa dihubungi. “Perasaan saya malam itu sudah enggak enak. Berulang kali nomor telepon adik saya itu saya hubungi, tapi tidak aktif,” ujarnya.

Menurut Nur, adiknya itu dinilai tidak suka neko-neko dan disiplin waktu. Bahkan Masrifah selalu pulang tepat waktu. “Tidak pernah pulang hingga larut malam. Setelah pekerjaannya selesai ya langsung pulang. Kemarin, pamitan dari rumah ya berangkat kerja seperti biasanya,” kata Nur.

Dia mengaku sangat kaget menerima kabar Masrifah ditemukan tewas di semak-semak area pembuangan sampah tak jauh dari tempat kerjanya di Kawasan Industri Terboyo Megah, Selasa (5/5) pagi. “Saya dikabari kerabat yang bekerja di gudang tak jauh dari lokasi,” akunya.

Ia tambah kaget saat tahu kalau Masrifah diduga diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh dengan cara leher dijerat menggunakan tali. Sebab, jasad korban ditemukan luka jerat di bagian leher. Selain itu, celana legging warna krem yang dikenakan korban dalam kondisi melorot hingga lutut. Sedangkan di mulut korban disumpal menggunakan kain. (amu/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -