Ditegur Keras, SKPD Baru Ajukan Lelang

296
AJUKAN DOKUMEN LELANG : Beberapa SKPD langsung mengajukan dokumen lelang, setelah mendapatkan teguran keras dari Bupati Yoyok. (TAUFIK HIDAYATA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AJUKAN DOKUMEN LELANG : Beberapa SKPD langsung mengajukan dokumen lelang, setelah mendapatkan teguran keras dari Bupati Yoyok. (TAUFIK HIDAYATA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Teguran Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo terhadap beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki proyek konstruksi untuk bekerja lebih keras, telah direspon. Terbukti, Unit Lelang Pengadaan (ULP) saat ini telah menerima lebih dari 10 paket dokumen lelang dari tiga SKPD.

Yakni, dari Dinas Cipta Karya Tata Ruang Energi Sumber Daya Mineral (DCKTR-ESDM), yang langsung mengajukan 10 paket konstruksi. Kemudian, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM.

“Saya akan pantau dan evaluasi setiap waktu kinerja semua SKPD yang mempunyai proyek konstruksi. Hal ini saya lakukan, agar semua dapat diselesaikan tepat waktu. Jika terlambat, saya akan menjatuhkan sanksi tegas,” tandas Bupati Yoyok.

Peringatan dan teguran keras sengaja dilakukan Bupati Yoyok terhadap percepatan pengadaan barang/jasa di setiap SKPD. Lantaran hingga akhir April lalu yang seharusnya setiap SKPD yang mempunyai proyek konstruksi sudah mengajukan dokumen lelang, belum juga dilakukan. Setelah Bupati Yoyok mengeluarkan ancaman pencopotan pejabatan bagi yang tak becus bekerja, membuat keder para pejabatnya.

Repon cepat tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Batang, Soetadi, Selasa (5/5) kemarin. Terutama direspon oleh Dinas Cipta Karya Tata Ruang Energi Sumber Daya Mineral (DCKTR-ESDM), yang paling banyak disorot dan ditegur, lantaran paling lambat dalam pengajuan dokumen lelang. Kini langsung mengajukan 10 dokumen proyek lelang.

“Empat paket penyediaan sarana prasarana (sarpras) air bersih di Desa Kalangsono, Banyuputih, sebesar Rp 400 juta, di Wonorejo-Reban Rp 600 juta, di Ketanggan-Gringsing Rp 797 juta, Pesantren-Blado Rp 407 juta. Dan enam paket lainnya adalah pembangunan saluran drainase perkotaan Bawang Rp 2,85 miliar.” jelas Soetadi.

Disperindagkop juga mengajukan proyek lanjutan pembangunan kantor senilai Rp 2,171 miliar, sementara paket pemeliharaan jalan Kenconorejo-Karanggeneng sebesar Rp 1,2 miliar diajukan DBMSDA. Dengan tambahan itu, maka total paket lelang yang sudah masuk ke ULP sebanyak 72.

“Sebagian dari lelang juga sudah menghasilkan pemenang, sehingga Mei nanti sudah ada proyek yang mulai dilaksanakan. Karena itu, Tim Pemantau Percepatan Pelaksanaan Pembangunan (TP4) Kabupaten Batang pun mulai aktif melakukan pemantauan,” ujar Wabup.

Dia menambahkan, produk perencanaan proyek tahun ini pun relatif lebih baik jika dibandingkan tahun lalu. Progres tersebut adalah dampak atas kebijakan kaji ulang atas seluruh perencanaan proyek di awal tahun.

“Pokja ULP yang bertugas melakukan pendalaman materi atas dokumen lelang pun sudah merasakan dampaknya, sehingga prosesnya tidak melelahkan seperti tahun lalu,” kata Wabup. (thd/ida)