Gelar Roadshow, Jaring Sineas Muda Semarang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BERBAGI ILMU : BW Purbanegara, sutradara yang menjadi pembicara menjelaskan beberapa hal terkait film dokumenter, dalam acara roadshow EADC 2015 yang berlangsung di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, kemarin. (SIGIT ANDRIANTO /  Jawa Pos Radar Semarang)
BERBAGI ILMU : BW Purbanegara, sutradara yang menjadi pembicara menjelaskan beberapa hal terkait film dokumenter, dalam acara roadshow EADC 2015 yang berlangsung di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, kemarin. (SIGIT ANDRIANTO / Jawa Pos Radar Semarang)

PINDRIKAN LOR- Ratusan pelajar SMA dan mahasiswa Semarang menghadiri roadshow Eagle Award Documentary Competition (EADC) 2015 yang berlangsung di Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Sebagian besar dari mereka ingin menjadi sineas muda dengan karya yang mampu mendunia.

Ketua panitia acara, Ma’ruf Agung, mengatakan bahwa acara ini terselenggara untuk memberikan wadah bagi sineas muda Semarang yang selama ini kurang mendapat perhatian. Dengan adanya acara ini diharapkan para sineas dapat mengekspresikan ide menjadi sebuah karya yang mampu menggebrak dunia perfilman Indonesia.

”Sebenarnya sineas muda di Semarang itu banyak, ada beberapa komunitas yang juga telah memiliki karya-karya. Namun ada beberapa kendala dalam pembuatan film, terutama dalam membuat film kan membutuhkan dana, hal itu kadang menghambat,” ujarnya.

Dalam acara ini, hadir BW Purbanegara, sebagai pembicara. Pria yang akrab disapa BW ini memiliki latarbelakang sebagai sutradara dengan karya-karya yang telah di putar di berbagai festival film penting, diantaranya, Berlin Internasional Film Festival, dan Hongkong Internasional Film Festival.

Dalam penjelasannya, BW memaparkan segala hal yang berkaitan dengan film dokumenter. Mulai dari pengertian dasar film dokumenter hingga seluk beluk dalam proses pembuatan film dokumenter.

Di Indonesia terdapat beberapa kompetisi karya film dokumenter. EADC sendiri merupakan salah satunya. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Metro TV dengan peserta seluruh pelajar di Indonesia. Kompetisi ini kerapkali mencetak sineas-sineas muda dengan karya yang hebat.

Seperti Rizki Rengganu S, atau akrab disapa Ega, mahasiswa Undip ini bersama rekannya William Wijaya S menjadi finalis lima besar dalam kompetisi ini beberapa tahun yang lalu. Ega mengangkat cerita kehidupan masyarakat Kendeng atau yang lebih dikenal dengan suku Samin dalam melawan pembangunan pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng.

Adanya roadshow ini membuat Ega senang. Pasalnya, event ini mampu menjaring para sineas muda di Semarang dan mendorong mereka untuk terus berkarya. Ia berharap akan muncul film maker muda dengan karya yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Di lain pihak, peserta roadshow, Kautsar Widya mengaku mendapat berbagai ilmu mengenai perfilman. Pengetahuannya di dunia perfilman bertambah setelah mendapat paparan dari pembicara roadshow ini. ”Banyak hal yang sebelumnya belum saya ketahui. Saya tertarik untuk mencoba membuat permasalahan sosial untuk menjadi sebuah film,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku siap mewadahi sineas muda yang ada di Jawa Tengah, demi memajukan dunia perfilman. Apalagi belakangan ini film menjadi menjadi yang dapat digunakan generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, adalah melalui film berupa film dokumenter ataupun film pendek. “ Acara diskusi ini sangat menarik, dan dapat menumbuhkan ide dan kreatifitas anak muda dalam produksi film. Dari sanalah selanjutnya kita bisa merangsang mereka untuk tetap berkarya dengan mendorong dan memfasilitasinya seperti mengadakan lomba-lomba film,” kata Ganjar yang turut hadir dalam acara Roadshow Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2015. (mg23/den/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -