Incar Mahasiswa Jadi Investor

322
MASIH LESU : Karyawan memantau pergerakan saham di pasar modal. Melemahnya kondisi perekonomian mengakibatkan jumlah investor terus menurun. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
MASIH LESU : Karyawan memantau pergerakan saham di pasar modal. Melemahnya kondisi perekonomian mengakibatkan jumlah investor terus menurun. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Melemahnya kondisi perekonomian Indonesia berdampak pada penurunan jumlah investor yang bermain di pasar modal. Tercatat, dalam seminggu terakhir jumlah investor merosot sampai 9 persen. Diprediksi, angka tersebut akan terus menurun hingga pertengahan tahun.

Head of Indonesia Stock Exchange (IDX) Semarang Stephanus Cahyanto Kristiadi menerangkan, penurunan ini merupakan pengaruh dari suku bunga perbankan yang meninggi. “Selain itu, ada indikasi perlambatan ekonomi berdasarkan laporan keuangan beberapa perusahaan,” ucapnya, kemarin.

Meski begitu, Stephanus optimistis mampu menggaet 4 ribu investor baru di tahun 2015. Jumlah itu meningkat 500 investor daripada penghujung 2014 yang hanya 3.500 investor. Untuk merealisasikan target itu, pihaknya akan menggelar sosialisasi di beberapa perguruan tinggi. “Kami memang sedang mengajak mahasiswa untuk menjadi investor. Pasalnya, sekarang hanya dengan Rp 100 ribu saja bisa ikut mencicipi laba perusahaan besar lewat bursa efek,” tuturnya.

Dia berharap, lewat basis kampus tersebut, paling tidak bisa menggaet sebanyak 1.100 investor baru. Jumlah itu bukan hal yang mustahil mengingat gaya mahasiswa sekarang yang sudah mulai menerjuni ranah bisnis.

“Setiap dua minggu sekali, di IDX Semarang juga menggelar pelatihan gratis bagi pemula yang ingin menerjuni pasar modal. Di pelatihan tersebut kami mengajarkan berbagai tips dan trik untuk meminimalisir risiko bermain di bursa efek. Pelatihan itu sebagain besar diikuti mahasiswa,” pungkasnya. (amh/ric)