Kerjakan Soal Unas, Siswi MTs Pingsan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SAKIT : Aprilia yang pingsan saat mengerjakan soal pada hari kedua, akhirnya dilarikan dan dirawat di Ruang Dahlia RSUD Ungaran. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAKIT : Aprilia yang pingsan saat mengerjakan soal pada hari kedua, akhirnya dilarikan dan dirawat di Ruang Dahlia RSUD Ungaran. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Salah seorang peserta Ujian Nasional (Unas) mata pelajaran matematika, Aprilia, 15, siswa kelas IX MTs NU Ungaran, pingsan saat mengerjakan soal kelima. Aprilia harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ungaran, Selasa (5/5) kemarin, untuk menjalani perawatan.

Kondisi siswa kelas IX MTs NU Ungaran yang masih lemas, selanjutnya menjalani perawatan di Ruang Dahlia, RSUD Ungaran. Dan untuk sementara tidak mengikuti Unas. Aprilia diduga menderita radang paru-paru. Sampai saat ini masih menunggu hasil laboratorium.

Saat ditemui, Aprilia masih lemas dan belum bisa berkomunikasi secara lancar. Aprilia ditemani orang tuanya Sulastri, 45, warga Dusun Blanten, Desa Nyatnyono, Kabupaten Semarang.

Menurut Sulastri, kondisi anaknya belum sehat karena sakit sejak Jumat (1/5) lalu dan sempat opname karena suhu badannya panas terus menerus. Selanjutnya Minggu (2/5) kemarin, keluarga meminta Aprilia rawat jalan, karena harus mengikuti unas pada hari Senin (4/5). “Sebenarnya dokter melarang, tapi akhirnya diperbolehkan pulang setelah membeli obat dari luar rumah sakit,” tuturnya.
Selanjutnya pada hari pertama pelaksanaan Unas mata pelajaran bahasa Indonesia, tidak ada masalah. Hingga hari kedua, kondisi Aprilia memburuk dan terpaksa mengikuti ujian di ruang UKS sekolah. Namun Aprilia akhirnya pingsan karena tidak kuat dengan kondisinya yang sakit.

“Pagi saat akan berangkat, anak saya tidak sarapan karena perutnya mual hingga akhirnya pingsan. Sebenarnya anak saya belum sehat, masih harus opname,” tutur Sulastri.

Terpisah Humas MTS NU Ungaran, Zaenal Muttaqi mengatakan bahwa pihaknya sudah menyarankan orangtua siswa agar tidak memaksakan diri untuk ikut Unas di sekolah. Namun keluarga menyatakan sanggup ikut.

“Pada awal Unas bisa sampai selesai. Baru pada hari kedua saat mengerjakan di ruang UKS pingsan, ketika baru mengerjakan soal kelima. Kemudian kami membawanya ke rumah sakit. Untuk ujian yang gagal karena pingsan, tentunya harus mengikuti ujian susulan. Kalau ujian selanjutnya bisa dilakukan di RS atau mengikuti ujian susulan,” tutur Zaenal.

Namun ujian selanjutnya bagi Aprilia akan melihat kondisi kesehatannya. Selain itu, masih menunggu persetujuan Dinas Pendidikan untuk pelaksanaan ujian di RS. “Tapi kalau anaknya belum siap, ya ikutnya ujian susulan,” pungkasnya.

Hal yang sama terjadi di Salatiga. Siswa SMP 2, Adi Satria Ramadhan tidak mengikuti Unas mata pelajaran Matematika, diduga karena sakit. “Adi Satri Ramadhan izin sakit. Jadi, Adi nanti ikut Unas susulan,” kata Kepala Disdikpora Salatiga Gati Setiti melalui Kasi Dikdas Niken Widagdarini.

Sebelumnya, ujar Niken, hari pertama juga terdapat siswa SMP Negeri 7 atas nama Gilang Risky Farezy yang izin tidak mengikuti Unas, lantaran tiba-tiba muntah-muntah di sekolahan dan dilarikan ke Puskesmas. Hingga akhirnya, diberi izin tidak mengikuti Unas hari pertama. “Kami harus tetp melihat kondisi anak. Jika sakit bisa mengikuti ujian susulan,” ungkapnya.

Namun, dari keterangan orang tuanya, hari kedua kemarin Risky sudah dapat mengikuti Unas bersama teman-temannya. Sedangkan, siswa yang harus menjalani perawatan di RS lantaran mengalami kecelakaan lalu lintas M Aunur Rokhim hari kedua kemarin masih mengerjakan soal Unas di Ruang Flamboyan 205 Lantai II, Gedung Kelas III RSUD Salatiga. Menjelang siang, M Aunur Rokhim baru diizinkan pulang oleh pihak RS.
Sementara itu, peserta Unas Paket B Wustha di hari pertama Senin (4/5) lalu banyak yang tidak hadir. Dari jumlah peserta 102 siswa, yang hadir hanya 86 peserta. “Sebagian ada yang bekerja di luar kota. Tidak ada alasan perusahaan menghalangi,” papar Niken.

Pelaksanaan Unas Paket B Wustha berlangsung sore hari mulai pukul 13.30 di lima lokasi PKBM Qoryah Toyyibah (jumlah peserta tujuh orang tidak hadir satu orang), PKBM Kharisma (jumlah 34 peserta tidak hadir dua orang), PKBM Tunas Harapan (total peserta 34 orang sebanyak tidak hadir 13 orang), PKBM Al-Ghufron (peserta 11 orang tidak hadir nihil), SKB Ngebul (total 17 peserta seluruhnya hadir) dan Ponpes Hidayahtul Mubtadiien (sebanyak 12 peserta hadir seluruhnya). Banyaknya peserta Paket B Wustha yang tidak mengikuti Unas sebagian besar karena terkendala pekerjaan. “Yang jelas, paket B rata-rata peserta bukan lagi siswa. Dan kami tidak mendapatkan laporan jika mereka dihalangi perusahaan untuk mengikuti Unas kali ini,” terangnya. (abd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -