KPU Lamban Tangani Laporan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Bawaslu Jateng menilai KPU Jateng lamban menangani laporan masyarakat terkait dugaan anggota KPU Kabupaten Wonosobo Nurun Mubin sebagai anggota partai Hanura. KPU baru merespon pada 29 April 2015, sedangkan surat dari masyarakat tertanggal 28 Maret 2015.
“Padahal KPU Jateng juga mendapatkan surat itu dan ditembuskan Bawaslu. Tapi kenapa baru direspon setelah diingatkan,” kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng Teguh Purnomo, kemarin.

Ia juga menyesalkan pernyataan Komisioner KPU Jateng, Wahyu Setiawan yang menuduh Bawaslu gegabah dalam mengeluarkan statemen terkait dugaan anggota KPU Kabupaten Wonosobo Nurun Mubin. Mestinya, begitu ada laporan, KPU cepat merespon dengan klarifikasi. Apalagi Kabupaten Wonosobo akan melakukan Pilkada 9 Desember 2015. “Kalau terus dibiarkan, jelas mengganggu tahapan maupun kepercayaan publik disana terhadap integritas dan netralitas penyelenggara pemilu,” imbuhnya.

Bawaslu Jateng masih belum membuka siapa sebenarnya anggota KPU Wonosobo yang diduga anggota parpol. Pihaknya mengaku bakal membuka, karena saat ini sedang melakukan klarifikasi langsung di Wonosobo. Sebab, dari laporan masyarakat itu hanya disebutkan ada anggota KPU dan pengurus partai Hanura Wonosobo. “Ya nanti kalau sudah ada waktunya pasti dibuka. Dua tiga hari ke depan,” tambah Ketua Bawaslu Jateng Abhan Misbah.

Sebelumnya, KPU Jateng membantah jika salah satu anggota KPU Kabupaten Wonosobo Nurul Mubin adalah pengurus partai Hanura di wilayah setempat. Ungkapan tersebut sekaligus mengklarifikasi pernyataan dari Bawaslu Jateng yang sebelumnya menyatakan bahwa ada salah satu anggota KPU Wonosobo yang terindikasi anggota partai dan terancam diberhentikan.

“Kami sudah panggil yang bersangkutan ke sini. Setelah kami tanya seputar informasi yang telah berkembang di berbagai media, hal tersebut tidak benar adanya,” kata Komisioner KPU Jateng Divisi Sosialiasi dan Pendidikan Pemilih Wahyu Setiawan. (fth/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -