Produksi Industri Manufaktur Menurun

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TENGAH LESU: Kelompok industri alat angkut memberikan andil penurunan pertumbuhan produksi terbesar untuk industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan I tahun ini. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TENGAH LESU: Kelompok industri alat angkut memberikan andil penurunan pertumbuhan produksi terbesar untuk industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan I tahun ini. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I tahun ini turun 2,43 persen dibanding triwulan I tahun lalu. Penurunan ini sebagai dampak dari turunnya pertumbuhan produksi sejumlah kelompok industri.

Kepala Seksi Statistik Industri Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Chaju Nurlatifa Dewi mengatakan sebanyak delapan kelompok industri memberikan andil penurunan pertumbuhan produksi. “Penurunan produksi terbesar ditunjukkan oleh kelompok industri alat angkut sebesar 30,12 persen dan terkecil ditunjukkan oleh kelompok industri komputer, barang elektronik dan optik sebesar 1,6 persen,” kata Chaju, kemarin.

Selain dua tersebut, lanjutnya, masih ada beberapa kelompok industri yang menghambat laju pertumbuhan produksi industri besar dan sedang dengan memberikan pertumbuhan yang cukup menurun pada triwulan pertama ini.

Di antaranya kelompok industri mesin dan perlengkapan, kemudian kelompok industri kertas dan barang dari kertas, kelompok industri kayu, barang dari kayu dan gabus, serta barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya. “Kelompok industri logam dasar, kelompok industri furniture dan kelompok industri tekstil juga memberikan andil penurunan pertumbuhan meskipun relatif kecil,” paparnya.

Namun demikian, lanjutnya, tidak semua kelompok industri mengalami penurunan pertumbuhan. Beberapa kelompok industri yang menunjukkan kenaikan pertumbuhan di antaranya kelompok industri barang galian bukan logam, industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, serta industri minuman. “Beberapa kelompok industri tersebut memang mengalami kenaikan pertumbuhan produksinya, tapi relatif kecil. Sehingga tidak mampu mengimbangi pertumbuhan yang menurun,” ujarnya. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -