Sahabat Usung Misi Revans

285
RIVAL BERAT: Pemain Sahabat Wisma Sehati Nur Rahmawati mencoba menghadang pergerakan kapten Tomsak Wulan Ningrum pada babak regular lalu. Di babak regular, Sahabat kalah dari Tomsak dan kedua tim kembali bertemu di babak Championship Series hari ini. (JPNN)
RIVAL BERAT: Pemain Sahabat Wisma Sehati Nur Rahmawati mencoba menghadang pergerakan kapten Tomsak Wulan Ningrum pada babak regular lalu. Di babak regular, Sahabat kalah dari Tomsak dan kedua tim kembali bertemu di babak Championship Series hari ini. (JPNN)

SEMARANG – Setelah hanya puas berada di peringkat kedua musim lalu, tim basket putri Sahabat Wisma Sehati Semarang bertekat untuk meraih hasil lebih manis di ajang IndiHome Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia musim ini. Peluang tersebut cukup terbuka lebar mengingat Yuni Angraeni dkk berhasil menembus Championship Series. Tak ingin membuang peluang, Sahabat bertekat akan tampil habis-habisan di babak semi final itu yang akan mulai digeber di Hall Basket Senayan Jakarta Hari (6/5) ini.

“Kami tidak ingin membuang kesempatan ini. Sisa waktu prsiapan kemarin kami gunakan sebaik mungkin untuk membenahi kekurangan yang ada di seri regular kemarin,” tutur juru ramu Sahabt, Xaverius Wiwid.

Untuk mewujudkan hal itu memang butuh kerja ekstra keras mengingat tim yang akan mereka hadapi di final four kali ini adalah Tomang Sakti (Tomsak) Mighty Bees Jakarta yang notabenenya adalah pemegang gelar juara dua musim berturut-turut yait musim 2012/2013 dan 2013/2014 kemarin.

Pertandingan juga bakal lebih menarik mengingat musim lalu Sahabat harus puas menempati posisi runner-up setelah dikalahkan Tomsak 56-54 di pertandingan final yang berlangsung di GOR UNY Jogjakarta, 12 Juni 2014.

Selain itu, head to head kedua tim musim ini juga masih dimenangi oleh Tomsak 2-1. Satu-satunya kemenangan Sahabat atas Tomsak berhasil mereka raih pada Seri I Jakarta lalu. Ketika itu Yuni Anggraeni dkk mampu unggul 82-67.

Pada babak Championship, Wiwid mengakui tekanan pertandingan akan lebih besar. Dalam latihan rutin, Wiwid tak lagi berbicara soal teknik. Dia lebih memilih bagaimana mempersiapkan mental pemainnya agar siap bertanding. Apa pun keadaan, skuad harus siap turun.

Begitu pula untuk pemain cadangannya. Wiwid menuntut agar pelapis tampil all out di babak tersebut. ”Mereka adalah pemain profesional yang tahu harus bagaimana. Itu saja yang kami tuntut dari pemain,” tambahnya.

Sementara shooting guard Sahabat, Yuni Anggraeni dihubungi terpisah mengakui, tiga kali pertemuan timnya versus Tomsak musim ini cukup memberikan gambaran kekuatan tim asuhan coach Raoul Miguel Hadinoto itu. “Persiapan kami sudah matang baik fisik maupun strategi, tinggal mental yang perlu ditingkatkan. Kalau perasaan tegang pasti ada, tapi sebisa mungkin tampil enjoy saja menghadapi pertandingan,” imbuh Yuni. (bas/smu)