Tipikor Polres Selidiki Penyimpangan Pasar Projo

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARANG BUKTI : Anggota DPRD The Hok Hiong menunjukkan surat pengaduan sejumlah pedagang Pasar Projo Ambarawa yang dipungut biaya untuk menempati kios maupun los. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI : Anggota DPRD The Hok Hiong menunjukkan surat pengaduan sejumlah pedagang Pasar Projo Ambarawa yang dipungut biaya untuk menempati kios maupun los. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Tim penyidik Unit III tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Semarang telah melakukan proses pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) untuk menyelidiki ada dan tidaknya tindak pidana dalam pembangunan Pasar Projo Ambarawa hingga proses pembagian los dan kios. Sejumlah pedagang maupun pihak terkait yang mengerti permasalahan Pasar Projo, telah dimintai keterangan oleh tim penyidik Tipikor.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Herman Sophian mengatakan bahwa penyelidikan kasus di Pasar Projo Ambarawa yang dilakukan oleh Unit III Tipikor sudah turun ke lapangan untuk Pulbaket. Rencananya dalam waktu dekat, penyidik Polres Semarang akan memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengurus proses pembangunan dan pembagian kios dan los.

“Kami akan menyelidiki ada tidaknya tindak pidana mulai dari pembangunan fisik hingga proses pengelolaan pasarnya. Termasuk proses pembagian lapak dan kios yang dikeluhkan pedagang. Dari pulbaket itulah, dapat diketahui akar persoalannya. Selanjutnya akan dikaji dari sisi hukumnya,” kata Herman, Selasa (5/5) kemarin.

Ditambahkan Kanit III Tipikor Polres Semarang, Ipda Sigit, saat ini pihaknya sudah mendapatkan keterangan dari pedagang Pasar Projo Ambarawa dan juga telah mendokumentasikan fisik bangunan Pasar Projo yang diduga bermasalah. Penyidik juga menemukan beberapa hal yang bisa menjadi petunjuk untuk proses hukum selanjutnya. Termasuk adanya dugaan transaksi dalam pembagian los dan kios di pasar tersebut.

“Kami menemukan ada beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk pada bangunan fisik Pasar Projo. Kami juga sudah menemukan indikasi transaksi pembagian los dan kios Pasar Projo,” tutur Sigit tanpa merinci lebih detail dengan alasan terkait teknis penyelidikan.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, M Natsir saat ditemui keberatan memberikan keterangan. “Saya belum bisa berkomentar dulu,” katanya singkat.

Untuk diketahui, kisruh Pasar Projo berawal dari terbakarnya bangunan pasar di tahun 2012 silam. Selanjutnya Pemkab Semarang menganggarkan pembangunan tahap pertama di tahun 2013 sebesar Rp 14,5 miliar. Pembangunan dilanjutkan tahap dua tahun 2014 dengan anggaran senilai Rp 24 miliar. Namun sejumlah kalangan menilai pembangunan gedung pasar tidak sesuai harapan karena diduga banyak yang tidak sesuai.

Selanjutnya tahun 2015 dilakukan penataan pedagang oleh panitia dari pengurus paguyuban pedagang. Namun pedagang kembali menjadi korban karena untuk menempati kios dan los harus setor uang hingga belasan juta rupiah. Hingga saat ini, Pasar Projo masih kisruh terkait penataan pedagang. Bahkan muncul kembali masalah pembongkaran sekat kios oleh sebagian pedagang. (tyo/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -