Debut di Kompetisi Divisi Utama Tertunda

249
UJI MENTAL: Beberapa pemain muda PSIS yang memulai debutnya di kompetisi Divisi Utama di antaranya Dani Raharjanto (21), Agung Setia Budi (24) dan Tegar Pribadi (3) harus menunggu dan bersabar menanti kejelasan kompetisi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
UJI MENTAL: Beberapa pemain muda PSIS yang memulai debutnya di kompetisi Divisi Utama di antaranya Dani Raharjanto (21), Agung Setia Budi (24) dan Tegar Pribadi (3) harus menunggu dan bersabar menanti kejelasan kompetisi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Musim ini, tim PSIS Semarang sebenarnya memiliki tiga pemain muda yang diharapkan mampu memberikan kejutan pada debut mereka di kompetisi profesional Divisi Utama 2015. Ketiganya adalah gelandang Ahmad Agung Setia Budi, Dani Raharjanto serta bek M Tegar Pribadi. Bahkan tercatat ketiganya telah sepakat melakukan penandatanganan kontrak selama tiga musim berkostum Mahesa Jenar.

“Mereka memang kami gadang-gadang bisa mulai debutnya di sepak bola profesional bersama PSIS musim ini karena kami tahu potensi mereka cukup besar,” kata pelatih PSIS, M Dofir dihubungi kemarin.

Bahkan Ahmad Agung, di beberapa laga pra musim termasuk ketika tim Mahesa Jenar menjamu tim-tim Indonesia Super League (ISL) kemarin, pemain kelahiran kelahiran 9 Maret 1996 itu selalu menjadi pilihan utama M Dofir.

Namun sayang, dengan kondisi persepakbolaan di Indonesia yang carut marut seperti ini, ketiganya harus menunda debut di kompetisi kasta kedua lantaran PSSI memutuskan untuk memberhentikan semua jenjang kompetisi. “Ibaratnya memang sudah tidak sabar untuk bisa menambah pengalaman tampil di Divisi Utama, namun karena kondisinya seperti ini ya mau bagaimana lagi, saat ini fokus kuliah dulu saja,” kata Agung dihubungi kemarin.

Sementara terpisah, Manajer PSIS, Adi Saputro dihubungi kemarin mengatakan, hingga kini belum ada perkembangan positif soal sepak bola di Indonesia. Bahkan saat ini tim-tim peserta kompetisi mayoritas memilih untuk vakum. “Untuk tim karena kemarin sudah diputuskan untuk vakum dulu hingga ada kejelasan lebih lanjut maka pemain juga banyak yang kembali ke daerah masing-masing. Namun hak gaji terakhir mereka sudah kami penuhi,” beber Adi.

Lebih lanjut Adi juga mengatakan, pihaknya Hari (7/5) ini juga akan bertolak ke Jakarta untuk memenuhi undangan PT Liga Indonesia. Pihaknya berharap melalui pertemuan dengan tim-tim Divisi Utama di Jakarta itu muncul solusi untuk persepakbolaan Indonesia ke depan. “Dan yang jelas melalui pertemuan besok (hari ini, Red) kami juga akan menyampaikan beberapa hal termasuk soal perizinan kalau seandainya kami akan menggelar mini turnamen. Jika mendapat lampu hijau, tentu konsep itu akan kami matangkan setelah pertemuan di Jakarta,” pungkasnya. (bas/smu)