Disporapar Izinkan Dana Hibah Untuk Porkab

345

UNGARAN-Anggaran khusus untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Semarang memang belum ada. Karena itu, diizinkan menggunakan anggaran hibah Rp 1 miliar untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Semarang yang semestinya digunakan untuk pembinaan atlet.

Kabid Olahraga Disporapar, Alexander Gunawan mengatakan bahwa Porkab itu sudah menjadi kegiatan rutin tiga tahunan dan sudah menjadi program kegiatan KONI yang harus dilaksanakan. Sehingga Porkab diprioritaskan untuk dilaksanakan. Namun anggarannya secara khusus untuk Porkab memang tidak ada, sehingga pelaksanaannya menggunakan anggaran hibah KONI.

“Porkab itu sudah menjadi agenda rutin dan prioritas dilaksanakan, karena tidak ada agenda kegiatan lain. Dana hibah Rp 1 miliar bisa digunakan untuk Porkab, sisanya bisa dimanfaatkan untuk cabang olahraga (Cabor) yang mendesak ada kegiatan. Untuk Cabor lain yang kegiatannya di bulan Oktober, November, Desember menunggu anggaran APBD Perubahan,” tutur Alex, Rabu (6/5) kemarin.

Menurut Alex, idealnya Porkab harus ada anggaran sendiri di luar hibah KONI yang digunakan untuk pembinaan atlet pada Pengcab-Pengcab. Sebab anggaran hibah Rp 1 miliar itu tidak akan cukup untuk pembinaan atlet di seluruh Pengcab.

“Anggaran Rp 1 miliar itu tidak cukup buat Pengcab, apalagi dikurangi untuk Porkab. Di Pengcab Bola Voli saja satu tahun Rp 100 juta masih kurang. Jadi kalau ada anggaran Porkab sendiri malah lebih bagus,” imbuh Alex yang juga pengurus cabang olahraga bola voli.

Alex menambahkan, jika ada usulan anggaran Porkab dari KONI, maka Disporapar akan mengusulkannya. Nantinya, anggaran untuk Porkab tidak mengurangi anggaran yang diperuntukkan bagi Pengcab dan operasional KONI. “Ditahun 2016, kami minta KONI dan Pengcab membuat rencana kegiatan dan rencana anggarannya,” tutur Alex.

Sebelumnya, diberitakan rencana penggunaan dana hibah Pemkab Semarang sebesar Rp 1 miliar untuk pelaksanaan Porkab pada September 2015 oleh KONI Kabupaten Semarang disoal. Sebab dana hibah tersebut semestinya digunakan untuk pembinaan atlet oleh masing-masing pengurus cabang (pengcab) olahraga.

Seperti diungkapkan, Ketua Pengcab Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, bahwa penggunaan dana hibah dari Disporapar tersebut tidak sesuai. Sebab dana tersebut semestinya digunakan KONI untuk membina para atlet melalui Pengcab-pengcab.

“Pengurus KONI menyampaikan dana untuk Porkab akan diambil dari dana hibah sebesar Rp 1 miliar. Ini tidak benar. Sebab dana hibah itu digunakan Pengcab untuk pembinaan atlet. Jika dana digunakan untuk Porkab, maka kami kesulitan melakukan pembinaan atlet,” tutur Bondan. (tyo/ida)