Harga Elektronik masih Tergantung Kurs US Dolar

287
PROAKTIF: Karena aktif menggelar pameran dengan aneka promo menarik, maka penjualan produk elektronik di Global Elektronik terus meningkat. (TRI SUTRISTYANINGSIH/RADAR SEMARANG)
PROAKTIF: Karena aktif menggelar pameran dengan aneka promo menarik, maka penjualan produk elektronik di Global Elektronik terus meningkat. (TRI SUTRISTYANINGSIH/RADAR SEMARANG)
PROAKTIF: Karena aktif menggelar pameran dengan aneka promo menarik, maka penjualan produk elektronik di Global Elektronik terus meningkat. (TRI SUTRISTYANINGSIH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Harga produk elektronik di Indonesia masih tergantung oleh kurs US dolar. Karena meski sebagian besar produk elektronik memang sudah diproduksi oleh pabrik di Indonesia, namun bahan bakunya masih diimpor, yakni 60-70 persen. Belum stabilnya nilai tukar rupiah terhadap US dolar, membuat harga barang-barang elektronik ikut melambung.

“Inilah yang menyebabkan harga elektronik akan ikut terkoreksi seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US dolar,” ungkap Managing Director Global Elektronik Gouw Andy Siswanto.

Menurutnya, agar penjualan tetap tumbuh pedagang produk elektronik harus kreatif, di antaranya aktif menggelar pameran, Diakui pameran cukup efektif untuk mendongkrak penjualan elektronik, karena banyak promo menarik yang ditawarkan.

Selain itu peritel elektronik harus lebih aktif dalam membidik pasar. Misalnya pasar kelas atas, yang tidak terkena imbas masalah perekonomian kini menjadi sasaran produk-produk premium. Maka tak heran penjualan produk premium tetap stabil, bila dibanding dengan produk menangah ke bawah.

Pasar TV premium misalnya, saat ini mampu tumbuh 78 persen, dibanding dengan produk-produk menengah ke bawah. Selain pasar premium yang tidak terimbas kondisi ekonomi, adanya TV berbayar membuat tontonan TV makin menarik. “Televisi kan di pakai sendiri bersama keluarga, jadi banyak yang membeli TV premium dengan ukuran 42-inci ke atas karena TV jenis ini menghasilkan warna dan gambar yang lebih tajam. Selain itu lebih hemat daya listrik 50-70 persen dari teknologi sebelumnya, tak heran jika penggemarnya banyak,” tambah Andy.

Sementara itu, ketua panitia pameran HomeTech 2015 yang ke-23, Harwiyono mengatakan jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, penjualan perangkat elektronik seperti lemari es, mesin cuci dan small appliances bakal naik signifikan. “Kami berharap momen ini mampu meningkatkan penjualan sekitar 30 peren,” ungkapnya. (tya/smu)