Mantan DPRD Surakarta Divonis 13 Bulan Penjara

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MANYARAN – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan vonis 1 tahun 1 bulan penjara terhadap terdakwa Hery Jumadi, selaku Ketua Orkes Keroncong (OK) Gita Mahkota yang juga anggota DPRD Surakarta 2009-2014, Rabu (6/5). Atas kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Surakarta tahun 2013.

Majelis hakim yang diketuai, Antonius Widijantono juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. ”Majelis berpendapat terdakwa juga telah menyalahgunakan kewenangannya dan merugikan negara sebesar Rp 100 juta. Mengadili. Menjatuhkan pidana 1 tahun 1 bulan dan denda Rp 50 juta,”’ kata hakim Antonius dalam amar putusannya.

Majelis menilai perbuatan terdakwa telah menyimpang dari ketentuan pengelolaan dana hibah. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. ”Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan upaya pemerintah memberantas korupsi. Sementara yang meringankan terdakwa sudah menitipkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 100 juta,” kata hakim anggota Robert Pasaribu.

Seperti diketahui, Hery Jumadi diketahui telah menggunakan dana hibah Pemkot Surakarta yang ditransfer melalui Bank BPD Jateng Cabang Surakarta. Pada 30 Desember 2013 terdakwa mengambil dana hibah sebesar Rp 100 juta itu dengan cara meminjam KTP bendahara yang saat itu dalam kondisi sakit dan meminta tanda tangan kuasa sebagai syarat pengambilan dana.

Penggunaan dana itu ditujukan untuk berbagai keperluan di antaranya untuk biaya latihan dan pentas OK Gita Mahkota, honor penari dan pelatih, pembelian sound system serta pembayaran pajak.

Dari penggunaan dana tersebut terjadi manipulasi dan banyak data yang direkayasa laporan pertanggungjawabannya serta diduga dipakai untuk kepentingan pribadi. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. (bj/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -