Nasdem Serahkan Berkas ke Kejati

270
JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Jawa Tengah menggandeng pihak kejaksaan dalam penyeleksian dan penjaringan calon kepala daerah yang akan diusung dalam pesta demokrasi Desember 2015 mendatang. Hal itu untuk mengetahui rekam jejak (track record) kandidat yang akan diusung apakah bersih dari catatan hukum.

Korwil DPW Nasdem Jateng, Reri Lestari Murdiyat mengaku proses yang dilakukan partainya dilakukan di seluruh Indonesia. Menurutnya, di Jawa agak terlambat karena jumlah daerah pilkada cukup banyak, yakni ada 21. ”Proses penjaringan sudah cukup lama, nama-nama yang mewakili sudah mewakili semua daerah, jadi hari ini resmi diberikan ke kejaksaan untuk meminta pertimbangan,” kata Reri.

Reri mengatakan, nama-nama calon yang sudah masuk, dari tingkat kabupaten/kota nantinya akan ditentukan di tim kecil baru diusulkan ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat).
”Prosesnya dilakukan berjenjang. Sistem penjaringannya juga dilakukan ada yang dari survei dan ada masukan dari pihak lain (seperti kejaksaan) ini,” sebutnya.

Ketua DPW Partai Nasdem Jateng, Setyo Maharso mengatakan, pihaknya akan mengusung daerah-daerah yang mempunyai kekuatan riil. ”Jadi bukan pepesan kosong semata kader calon yang akan diusung, setelah cliren selesai akan diinfokan hasilnya ke DPP,” tambahnya.

Setyo menyebutkan, saat ini pihaknya masih penyerahan berkas calon-calon yang akan diusung partainya, untuk meminta kliring di kejaksaan. ”Semua orang punya hak politik, seseorang layak atau tidak layak itu macem-macem alasannya. Nantinya informasi yang diberikan dari kejaksaan adalah informasi yang akan dijadikan dasar untuk menentukan langkah selanjutnya,” sebutnya.

Dia juga mengaku pihaknya sudah berbicara dengan seluruh calon yang ada di daerah masing-masing. Namun pihaknya enggan menyebutkan nama calon-calon yang akan diusung. ”Kami belum akan menyebutkan, setiap daerah ada yang 5 dan 3. Untuk Jateng sendiri saat ini sudah selesai, secara berjenjang ada 21 daerah untuk calon walikota/bupati maupun wakilnya,” ujarnya.

Dalam acara penyerahan berkas tersebut juga terlihat politisi DPRD Nasdem Jateng, Ali Mansyur HD, sekretaris DPW Nasdem Jateng, Zauhar dan Bendahara Utti, beserta staf lainnya.
Kepala Kejati Jateng, Hartadi mengatakan, dalam rangka Pemilukada 2015, Nasdem menginginkan para calon kontestan yang akan diusung sebagai kandidat calon walikota/bupati maupun wakilnya bersih dari permasalahan hukum, sehingga Kejati Jateng diminta untuk membantu memberi keterangan. ”Apakah nanti ada calon yang akan diusung memiliki track record permasalahan hukum, seperti tindak pidana korupsi, jadi bisa segera dicoret oleh Partai Nasdem dari pencalonan tersebut. Contoh saja, pada pencalonan DPR-RI kemarin sudah lolos tapi tidak dilantik ternyata yang bersangkutan, sebelum dicalonkan telah melakukan tindak pidana korupsi. Menurut saya, ini merupakan langkah yang baik,” kata Hartadi didampingi, Kasi Penkum, Eko Suwarni, dan Assiten Intelijen, Yakob Hendrik, Rabu (6/5). (bj/zal/ce1)