Pemkot Berniat Pertahankan Penghargaan WTN

254
TINGKATKAN PELAYANAN: Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto saat menerima kunjungan tim penilai WTN dari Kementerian Perhubungan, yang diketuai oleh Ir Karlo Manik, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
TINGKATKAN PELAYANAN: Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto saat menerima kunjungan tim penilai WTN dari Kementerian Perhubungan, yang diketuai oleh Ir Karlo Manik, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

BALAI KOTA – Kondisi transportasi di Kota Semarang dinilai oleh tim Kementerian Perhubungan terkait Wahana Tata Nugraha (WTN). Program pembinaan di bidang transportasi perkotaan ini, tidak sekadar untuk memperoleh penghargaan, namun untuk mencapai kinerja transportasi perkotaan yang tertib, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Ketua tim penilai, Ir Karlo Manik, menyebutkan bahwa pihaknya memberi apresiasi kepada Kota Semarang karena telah memperoleh penghargaan Wahana Tata Nugraha selama 4 tahun berturut-turut. ”Ini hal yang baik karena tidak banyak kota yang memperoleh penghargaan tersebut,” ujarnya. Dia berharap transportasi di Semarang ke depan harus selalu ditingkatkan.

Dalam penilaian ada sejumlah kriteria untuk angkutan kota di antaranya identitas pengemudi, seragam pengemudi, pencantuman trayek baik di depan maupun di belakang kendaraan, nomor trayek, serta kelengkapan kendaraan. ”Penetapan indikator tersebut dikarenakan menentukan keselamatan penumpang. Karena pernah ada kasus adanya penumpang yang dibawa ke mana-mana oleh angkutan ilegal, dengan dipasangnya nomor dan arah trayek tentu akan membuat aman para penumpang,” katanya.

”Sedangkan untuk kelengkapam kendaraan, misalnya seperti wipper jika tidak ada di kondisi malam hari dan hujan tentu apabila terjadi kecelakaan selain menimbulkan korban tentu akan merugikan pemerintah daerah,” imbuhnya.

Sementara Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Semarang menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan lomba Wahana Tata Nugraha yang menjadi agenda tahunan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Di samping memacu kinerja pemerintah daerah guna mewujudkan tertib lalu lintas dan angkutan kota, secara umum lomba ini mampu mendorong tumbuhnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam menerapkan disiplin berlalu lintas di jalan raya. ”Namun demikian, kami menyadari bahwa mempertahankan prestasi tersebut sebagai sebuah kepercayaan tentu lebih sulit ketimbang meraihnya, ini menjadi beban moral bagi Pemkot Semarang, yang terpenting adalah pemerintah bersama komponen masyarakat terus berupaya keras mempertahankan dan meningkatkan pelayanan lalu lintas yang ada agar semakin baik,” tandasnya. (zal/ce1)