Wali Kota Ajukan Penangguhan Penahanan Harini

294
Harini Krisniati. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Harini Krisniati. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007, Harini Krisniati. Mantan Sekda Kota Semarang itu sendiri hingga kemarin masih tergolek lemah di RS Telogorejo Semarang.

”Pada tanggal 5 Mei kemarin, Wali Kota Semarang mengirim surat kepada kami yang intinya mengajukan permohonan penangguhan penahanan atas nama tersangka Dra H (Harini). Surat ditandatangani Wali Kota Semarang dan diantar Kabag Hukum langsung,” kata Kepala Kejari Semarang, Dr Asep Nana Mulyana kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (6/5).

Asep menyebutkan, surat wali kota tersebut diajukan perihal permohonan penangguhan penahanan atau permintaan perubahan status penahanan menjadi tahanan kota terhadap tersangka Harini.

”Wali kota menerima masukan dari keluarga tersangka tentang kondisi kesehatan Dra H. Ada surat ke wali kota yang minta penangguhan. Surat ditandatangani tiga orang keluarganya. Atas dasar itu, wali kota meneruskan surat permohonan itu ke kami dengan catatan semua keputusan kebijakan status penahanan diserahkan ke penyidik,” beber Asep didampingi Kasi Tipidsus, Sutrisno Margi Utomo.

Selain wali kota, lanjut Asep, permohonan penangguhan juga disampaikan tim kuasa hukum tersangka yang diajukan pada 4 Mei.

”Kami terima surat dari pengacaranya dengan alasan dan pertimbangan kliennya dalam kondisi sakit dan masih dirawat di rumah sakit. Pengacara menjamin dan menyampaikan kliennya akan kooperatif, tidak akan kabur, dan tidak akan menghilangkan serta mempersulit proses hukum,” sebutnya.

Menyikapi dua permohonan itu, Asep menyatakan sudah memberikan disposisi ke penyidik untuk diteliti dan dibuat telaahnya. ”Baik dari sudut subjektif atau objektif sesuai ketentuan KUHAP. Baru hari ini turun suratnya. Kami juga masih menunggu perkembangan laporan kesehatan dari RS Telogorejo,” ujarnya.

Saat ditanya perkembangan hasil audit kerugian negara, Asep mengatakan, tim penyidik sudah ke BPKP Jateng dan meminta percepatan proses perhitungan audit kerugian negara. ”Tinggal itu saja. Selain itu, ada pemeriksaan sedikit terhadap tersangka. Untuk pengembangan. Kami tunggu laporan penyidik mengenai pengembangannya. Apa mungkin ada tersangka baru? Apakah akan dilimpahkan dulu atau tidak, menunggu laporan penyidik,” tandasnya.

Kuasa hukum tersangka Harini, Soewidji, mengatakan, saat ini kondisi kliennya sudah mulai membaik. ”Kondisi beliau (Harini) sudah mulai membaik Mas. Sakit klien kami masih yang lama, yakni vertigo,” katanya.

Dia mengaku, untuk surat penangguhan terhadap kliennya sudah diajukan ke Kejari Semarang. Ia juga menyebutkan, setiap hari keluarga dan perwakilan tim penasihat hukum selalu ada yang mendampingi.

”Untuk upaya penangguhan belum ada kepastian dari kejaksaan Mas, kami tinggal menunggu balasan, suratnya sudah diajukan,” ujarnya.

Humas RS Telogorejo, Prabaniardi Paramita, mengatakan, pasien Harini dipastikan masih dirawat di RS Telogorejo. ”Belum keluar Mas. Karena masih dirawat di RS berarti masih sakit dan masih butuh perawatan. Kalau sudah keluar berarti sudah sembuh,” ujar wanita yang akrab disapa Mita ini ramah.

Mita menyebutkan, saat ini Harini masih dalam perawatan intensif dokter. ”Pihak kejaksaan dan keluarga juga masih mendampingi Mas,” kata Mita.

Seperti diketahui, penyidik Kejari Semarang menjerat tersangka Harini dengan dakwaan primer pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan subsider pasal 3. (bj/aro/ce1)