266 Guru Terancam Tak Dapat Tunjangan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA—Ratusan guru di Kota Salatiga terancam tidak bisa menerima pencairan tunjangan profesi (Sertifikasi) triwulan I tahun 2015 untuk bulan Januari-Maret. Lantara ada dugaan kesalahan administrasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kota Salatiga.

Kepala Bidang Tenaga Kependidikan (Tendik) Disdikpora Salatiga, Umi Limaningsih mengatakan bahwa jumlah guru PNS yang bersertifikasi dan berhak menerima sesuai Surat Keterangan Tunjangan Profesi (SKTP) dari Kemendikbud triwulan pertama tahun 2015, hanya 953 orang terdiri atas guru SD, SLTP, dan SLTA. Namun sebanyak 266 guru PNS yang sampai Kamis (7/5) disinyalir tidak bisa menerima haknya.

“Jumlah guru yang cair sertifikasi triwulan pertama 2015 ini sebanyak 953 orang yang SKTP-nya sudah diterbitkan karena memenuhi persyaratan. Sedangkan 266 orang masih belum bisa dipastikan, karena menunggu proses dari pusat. Persyaratan sudah ketat termasuk masalah Dapodik. Bisa saja sisanya cair akhir bulan ini, karena masih dalam proses,” tandas Umi Limaningsih.

Ia menambahkan, tunjangan sertifikasi untuk 953 guru tersebut akan dicairkan pada Jumat (8/5) hari ini melalui rekening bank masing-masing guru dengan nilai Rp 10 miliar. Diakuinya, jumlah guru penerima tunjangan menurun dibanding tahun 2014 yang jumlahnya 1.201 guru ditambah 19 guru sertifikasi terbaru tahun 2014. ”Aturannya sudah ketat. Yang tidak linier dengan sertifikat pendidik, tidak bisa cair,” tambahnya.

Menanggapi ketidakjelasan nasib ratusan guru yang diduga tidak bisa menerima tunjangan ini, Kepala SMP 4 Salatiga, M Munadzir mendatangi kantor Disdikpora Salatiga yang turut dalam rapat masalah tunjangan sertifikasi, merasa berang. Dia menuding pihak Disdikpora Salatiga melakukan kesalahan, sehingga hak guru sesuai undang-undang terkebiri dan terancam tidak bisa dicairkan.

“Kurang ajar. Sertifikasi adalah hak guru dan harus diberikan. Kalau ditunda-tunda, tentu akan terjadi upaya pengendapan dana yang masuk. Itu kategori korupsi dan Pemkot Salatiga yang rugi. Ini uang rakyat dan hak guru harus diberikan. Hanya Salatiga yang terjadi begini. Sedangkan wilayah lain lancer, meski tidak linier. Kami akan melaporkan ke KPK apabila berlarut-larut seperti ini,” tandas Munadzir di halaman Kantor Disdikpora Salatiga.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Salatiga, Adhi Isnanto yang juga akan menghadiri rapat tersebut mengungkapkan bahwa analisisnya adalah kesalahan memasukkan data. “Saya sendiri tidak tahu kesalahan entry data itu ada dimana,” katanya. (abd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -