Banjir, 168 Hektare Sawah Gagal Panen

293
JEBOL: Jembatan Sungai Cabean di wilayah Desa Tlogoweru, Guntur  putus diterjang banjir. (kanan) Bupati Demak Dachirin Said dan Sekda dr Singgih Setyono MMR meninjau tanggul jebol  di Desa Tlogoweru. (FOTO-FOTO: WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JEBOL: Jembatan Sungai Cabean di wilayah Desa Tlogoweru, Guntur putus diterjang banjir. (kanan) Bupati Demak Dachirin Said dan Sekda dr Singgih Setyono MMR meninjau tanggul jebol di Desa Tlogoweru. (FOTO-FOTO: WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

FOTO A2WEB

DEMAK-Tanggul Sungai Cabean di wilayah Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Demak diketahui jebol di 4 titik. Satu titik jebol terjadi di tanggul bagian kiri sepanjang 20 meter dengan kedalaman 4-5 meter. Dampaknya aliran airnya mengarah ke Desa Tlogoweru, Guntur. Tiga titik tanggul jebol berikutnya berada di sisi kanan. Karena itu, semua air dari sungai mengarah ke Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, Grobogan.

Panjang jebol di sisi kanan itu mencapai 40 meter dengan kedalaman 6 meter, kemudian panjang 10 meter dengan kedalaman 4 -5 meter, serta panjang jebol 30 meter dengan kedalaman 5 meter. Akibatnya, rumah dan tanaman padi di Desa Tajemsari lumat oleh banjir akibat tanggul sungai jebol tersebut.

Sedangkan di wilayah Desa Tlgoweru sendiri tanggul jebol mengakibatkan 148 hektare tanaman padi rusak berat. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Desa Bogosari, Kecamatan Guntur di mana 20 hektare tanaman padi juga rusak. Total ada 168 hektare tanaman padi di Desa Tlgoweru dan Bogosari rusak berat. Diperkirakan, tanaman yang berusia sekitar 2 bulan tersebut puso. Sebab, padi petani tersebut terendam cukup lama.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Demak, Anjar Gunadi melalui Kabid Kedaruratan, Mahfudz, mengungkapkan, saat ini baru satu titik tanggul jebol yang diperbaiki Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana. Selain itu, BPBD Demak juga telah mengirimkan sebanyak 2 ribu karung berisi pasir untuk digunakan meninggikan tanggul yang jebol.

“Setelah ditanggulangi secara darurat, kondisi sekarang berangsur membaik. Balai Besar telah turun tangan menangani tanggul jebol secara darurat, utamanya untuk tanggul bagian kiri yang mengarah ke Desa Tlogoweru. Sedangkan, untuk tanggul jebol di sebelah kanan masih dalam proses perbaikan,”kata Mahfudz.

Menurutnya, tanggul Sungai Cabean sebelumnya sudah diprediksi rawan jebol karena keadaannya sudah longsor berat. Karena longsor itu, air mudah limpas dan menggerus tanggul tersebut hingga membuat aliran air yang lebih besar.

“Sungai sudah tidak mampu menampung aliran air kiriman dari wilayah Salatiga dan Ungaran,”ujarnya.
Dalam banjir ini, tanggul yang jebol berada di wilayah Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur Demak. Namun, dampaknya justru paling banyak dialami warga Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, Grobogan. “Untuk di Desa Tajemsari, ketinggian air mencapai 1 hingga 2 meter,”jelasnya.

Karena itu, untuk menangani banjir ini, pihak BPBD Demak dan Grobogan bergotong royong bersama menangani pascabanjir. Penanganan banjir juga dibantu aparat Kodim dan Polres dari dua daerah, yakni Demak dan Grobogan.

“Para relawan juga ikut terjun langsung bersama-sama warga setempat memperbaiki fasilitas umum yang terendam banjir,”ujar Mahfudz.
Dia menegaskan, ke depan harus ada penanganan secara menyeluruh dari hulu sampai hilir. Sebab, rata-rata sedimentasi di Sungai Cabean sudah sangat parah. “Sungai sudah overload menampung air. Kalau tidak mampu pasti tanggul jebol seperti ini,”katanya. (hib/aro)