Empat Pasangan Mesum Digerebek di Rumah Kos

3654
RAZIA KOS: Petugas Polsek Gayamsari saat merazia rumah kos di Jalan Medoho Raya kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA KOS: Petugas Polsek Gayamsari saat merazia rumah kos di Jalan Medoho Raya kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GAYAMSARI – Sebuah rumah kos mewah Rainbow House di Jalan Medoho Raya, Gayamsari, Semarang, diduga dijadikan sarang mesum. Dugaan itu terbongkar setelah dilakukan penggerebekan oleh aparat Reskrim Polsek Gayamsari, Kamis (7/5) siang. Sebanyak empat pasangan bukan suami istri tak berkutik saat digerebek polisi. Bahkan satu pasangan tepergok berduaan di kamar kos tanpa sehelai benang di tubuhnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, puluhan anggota Polsek Gayamsari menggerebek kos mewah tersebut sekitar pukul 11.00. Aparat langsung merangsek di areal rumah kos yang memiliki 38 kamar itu. Terlihat sejumlah pintu kamar tertutup dan terkunci rapat dari dalam. Sedangkan di depan pintu tampak sandal dua pasang, lelaki dan perempuan. Entah apa yang sedang terjadi di dalam kamar.

Aparat kepolisian langsung mengetuk pintu satu per satu. Sejumlah penghuni kos tampak panik. Di kamar nomor A1, sepasang muda-mudi yang terbakar api asmara tepergok dari celah kaca tanpa mengenakan pakaian. Mereka tak bisa berbuat apa-apa, sembari meminta izin kepada polisi untuk mengenakan pakaiannya. ”Tunggu sebentar Pak,” ujar suara dari dalam kamar.

Tak lama kemudian, seorang pria yang mengaku berinisial ED, 35, membukakan pintu. Terlihat di belakangnya, seorang wanita berinisial EB, 24, mengenakan busana minim. Saat diperiksa dan dimintai keterangan, mereka tidak bisa menunjukkan bukti sebagai pasangan suami istri.

Berdasarkan kartu identitas, ED berstatus sudah menikah. Sedangkan wanita ED masih berstatus mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Semarang. Mahasiswi tersebut hanya tertunduk malu.

Sementara di kamar 1B, berulang kali petugas mengetuk pintu, penghuni kamar tak juga membukakannya. Mereka mengunci pintu kamar dari dalam. Menyaut pun tidak. Padahal, di depan kamar terlihat dua pasang sepatu, pria dan wanita. Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka membukakan pintu. Ternyata memang benar, kamar tersebut juga dihuni oleh pasangan bukan suami istri. Semuanya ada empat pasangan bukan suami istri. Mereka langsung dibawa ke Mapolsek Gayamsari untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sedangkan pemeriksaan di kamar lantai dua, aparat kepolisian menemukan dua botol minuman keras (miras) merek Martell. Menurut informasi warga sekitar, rumah kos mewah tersebut sering digunakan menginap pasangan muda-mudi.

”Saya nggak tahu, apakah mereka pasangan suami istri atau tidak. Rumah kos itu memang cukup elite, harga sewanya Rp 1,5 juta per bulan, kamar mandi dalam, dan ruangan ber-AC,” kata warga yang enggan disebut namanya.

Kemarin, aparat kepolisian juga melakukan razia di sejumlah kos-kosan di daerah Jalan Jolotundo. Namun tidak ditemukan penghuni yang melanggar.

Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto mengatakan, pihaknya melakukan penertiban terhadap sejumlah rumah kos yang diduga digunakan mesum. Ia mengaku, masih melakukan pengembangan penyelidikan apakah rumah kos tersebut digunakan praktik prostitusi oleh para penghuninya atau tidak.

”Ada empat pasangan bukan suami istri. Ada yang telanjang di dalam kamar. Mereka kami periksa di mapolsek. Kalau memang bukan suami istri, kami akan panggil keluarganya,” kata Dili.

Mereka akan dilepaskan setelah didatangi oleh masing-masing keluarganya. Selain itu diminta membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatan seperti itu lagi. ”Kami berusaha memberi arahan. Baik kepada para penghuni kos, maupun pengelola kos,” ujarnya.

Dijelaskan, razia kos-kosan tersebut dilakukan sebagai antisipasi adanya penyalahgunaan yang dilakukan oleh warga pendatang, terutama penghuni kos. ”Kami lakukan pendataan. Untuk mengantisipasi adanya peredaran narkoba, minuman keras, paham radikalisme, terorisme, dan penyakit masyarakat lainnya,” katanya. (amu/aro/ce1)