Hotel Archipelago di Jogja Sasar Pasar Semarang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

OPTIMISTIS : Public Relations Officer Hotel Neo + Jogja, The Alana Hotel, Harper Mangkubumi Hotel dan Quest Hotel Semarang berfoto bersama dengan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto dan Korlip Ida Norlayla. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPTIMISTIS : Public Relations Officer Hotel Neo + Jogja, The Alana Hotel, Harper Mangkubumi Hotel dan Quest Hotel Semarang berfoto bersama dengan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto dan Korlip Ida Norlayla. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kota Semarang ternyata menjadi pasar yang empuk bagi sejumlah hotel di Kota Jogjakarta. Dengan potensi wisata beragam, warga Semarang tentu memilih berlibur ke Kota Gudeg lantaran jaraknya relatif dekat. Hal ini dirasakan oleh Archipelago International Hotel Group, seperti Hotel Neo + Jogja, The Alana Hotel, dan Harper Mangkubumi Hotel.

Public Relations Officer Harper Mangkubumi Hotel, James Keiyo, mengatakan, peraturan pemerintah tentang larangan PNS melakukan meeting di hotel beberapa waktu lalu tidak begitu dirasakan oleh hotel-hotel di Jogja, termasuk beberapa hotel di bawah naungan Archipelago International Group. “Larangan tersebut tidak begitu berpengaruh pada okupansi hotel. Okupansi setiap weekend masih tinggi,” katanya saat berkunjung di Kantor Jawa Pos Radar Semarang, kemarin (7/5).

Salah satu penyebab faktor tingginya okupansi, menurut dia, lantaran Jogja memiliki potensi wisata yang beragam. Bahkan hampir setiap waktu muncul destinasi wisata baru. “Jika pariwisatanya bagus, tentu hotel sangat terbantu,” tuturnya.

Public Relations Officer The Alana Hotel, Febrityas Putri Dwilarasati menambahkan, pangsa pasar Semarang menjadi empuk lantaran sebagai Ibu Kota Provinsi, Kota Atlas memiliki segmentasi pasar yang potensial. “ Kami menyasar semua segmentasi. Karena hotel kami di Jogja ada 6 mulai bintang dua hingga bintang lima. Terlebih banyak warga Semarang yang berlibur ke Jogja,” katanya.

Sedangkan Public Relations Manager Neo+ Hotel, Anggita Adellia, mengungkapkan, jika pesaingan hotel di Jogja terbilang cukup ketat. Meski begitu, persaingannya masih sehat dan tidak sampai terjadi perang harga. (den/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -