MEA, Peluang Besar Kembangkan Usaha

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun mendatang harus dihadapi dengan optimistis. Pasalnya, pasar global itu justru membuka peluang lebar bagi dunia usaha, yakni kesempatan pengusaha untuk memasarkan produksi hingga ke negara tetangga.

Hal itu diungkapkan pemilik Waroeng Steak and Shake Jody Brotosuseno dalam seminar “Eksistensi Ekonomi Daerah Menghadapi MEA 2015” di gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), kemarin. Menurut pria yang saat ini mempunyai 82 outlet dengan 1800 karyawan ini, kunci dari sebuah kesuksesan usahanya adalah pada kemauan untuk berwirausaha. “Masih banyak pengusaha yang pesimistis menghadapi MEA. Padahal, produk-produk milik pengusaha kita sangat bisa bersaing. Beberapa kali saya ke luar negeri, produk mereka hanya begitu-begitu saja. Hanya saja pengusaha Indonesia masih lemah di segi marketing,” ungkapnya.

Jody juga mengkritisi para pengusaha yang sering meremehkan pasar. Meski produknya bagus, tapi jalau kurang profesionalisme, hasilnya tidak akan bisa optimal. Sementara pemerintah, diharapkan bisa membantu pengusaha kecil untuk memperoleh stempel SNI atau MUI. “Kalau belum bisa membayar izin itu, paling tidak pengusaha punya standarisasi sendiri yang mungkin justru lebih baik dari SNI atau MUI. Intinya, sudah saatnya pengusaha tampil pede,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Udinus Edi Noersasongko menambahkan, keberadaan pasar bebas akan membawa tantangan persaingan, khususnya dunia usaha. Karena itu, dibutukan kreatifitas dan ide-ide inovatif agar lebih baik dari produk negara lain anggota ASEAN. “Sudah sewajarnya menyiapkan masyarakatnya untuk menghadapi MEA ini. Termasuk juga di daerah-daerah, yang secara otomatis akan terkena dampaknya. Artinya, akan peluang sekaligus tantangan. Peluang dan tantangan inilah yang perlu diketahui masyarakat, supaya dapat menghadapi penerapan MEA dan mengambil peluangnya,” pungkasnya. (amh/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -