Siswa Difabel Bisa Mendaftar SBMPTN

347
PERSIAPAN: Panitia Lokasi (Panlok) 42 saat mempersiapkan pelaksanaan SBMPTN 2015. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPAN: Panitia Lokasi (Panlok) 42 saat mempersiapkan pelaksanaan SBMPTN 2015. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 tidak tertutup bagi siswa difabel untuk ikut mendaftarkan diri. Hal tersebut diungkapkan Ketua Panlok 42 Semarang, Rustono, saat ditemui wartawan, Kamis (7/5).

Menurut Rustono, setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak tanpa melihat kondisi dan latar belakang. ”Kita diberikan kewajiban untuk menerima siswa difabel. Tetapi harus disesuaikan dengan prodi (program studi). Pada dasarnya pihak perguruan tinggi (PT) memang diberikan kewenangan untuk itu. Kita berharap, siswa difabel yang mendaftar harus disesuaikan dengan kondisinya. Sehingga siswa sendiri tidak mengalami kesulitan ketika tes,” tutur Rustono kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pendaftaran SBMPTN sendiri akan dibuka via online mulai 11-29 Mei 2015. Berbeda dengan SNMPTN yang menggunakan prestasi akademik siswa saat sekolah dalam penerimaan, peserta yang mendaftar SBMPTN hanya mengikuti ujian tertulis yang dilaksanakan pada 9 Juni 2015. Hasil ujian tertulis sendiri akan digunakan sebagai penentu diterima atau tidaknya masuk PTN.

”Bagi siswa difabel juga sama, ia harus mengikuti ujian tertulis sama dengan peserta lain. Selain itu, bagi peserta yang mengambil jurusan keolahragaan dan seni harus mengikuti ujian keterampilan pada 10 dan 11 Juni. Secara nasional, sebanyak 74 PTN yang dapat dipilih oleh peserta SBMPTN tahun ini,” katanya.

Dijelaskan Rustono, Panitia Lokal (Panlok) 42 Semarang sebagai penyelenggara SBMPTN 2015 ujian tertulis tergabung dalam dua wilayah (dua subpanlok). Kedua subpanlok itu adalah subpanlok Semarang antara lain Undip, Unnes, dan UIN Walisongo. Sedangkan subpanlok kedua, Magelang yang hanya diikuti Untidar Magelang yang merupakan PTN baru.

”Pada SBMPTN tahun ini Unnes, Undip, UIN Walisongo harus menerima mahasiswa sebesar 30 persen. Berbeda dengan Untidar yang 80 persen penerimaan mahasiswanya melalui jalur ini. Karena pada pelaksanaan SNMPTN beberapa waktu lalu, Untidar masih proses menjadi PTN,” ungkap Rustono.

Secara rinci, jumlah mahasiswa yang harus diterima Unnes sebanyak 1.831 orang, Undip sebanyak 2.148 orang, UIN Walisongo sebanyak 320 orang dan Untidar Magelang sebanyak 636 orang. Adapun jika telah lolos jalur ini, maka peserta harus mengikuti tes bebas narkoba. Bagi peserta lulusan tahun 2013 dan 2014 harus sudah memiliki ijazah. Sementara bagi peserta lulusan 2015 telah memiliki surat keterangan lulus pendidikan menengah.

”Jika terbukti menggunakan narkoba, peserta akan langsung didiskualifikasi. Peserta sendiri dapat memilih sebanyak 3 prodi. Peserta yang memilih satu prodi dapat memilih prodi di PTN mana pun. Sementara jika memilih 2 prodi atau lebih, salah satu pilihan prodi itu harus di PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian,” tambahnya.

Wakil Ketua Panlok 42 Semarang, Ediriyanto, mengatakan, calon peserta penerima Bidikmisi yang dinyatakan tidak diterima melalui SNMPTN dapat menggunakan KAP dan PIN yang dimiliki untuk mendaftar SBMPTN tanpa harus membayar biaya seleksi. Sebaliknya, calon peserta yang lolos seleksi SNMPTN dapat mengikuti SBMPTN namun harus membayar biaya seleksi dan calon peserta dinyatakan kehilangan haknya untuk diterima di SNMPTN.

”Karena mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat, biaya pendaftaran hanya separo yakni sebesar Rp 100 ribu untuk tiga kelompok ujian saintek, soshum dan campuran, termasuk ujian keterampilan bagi peminat prodi seni dan olahraga. Rencana tempat tes untuk soshum berada di Undip, saintek di Unnes, dan campuran di UIN Walisongo,” katanya. (ewb/aro/ce1)