Tergerus Sungai, 15 Rumah Rusak akan Direlokasi

346
KORBAN BENCANA : Warga Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, menanti bantuan Pemkab Semarang karena rumahnya roboh setelah tanahnya tergerus air Sungai Mranak. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KORBAN BENCANA : Warga Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, menanti bantuan Pemkab Semarang karena rumahnya roboh setelah tanahnya tergerus air Sungai Mranak. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PRINGAPUS-Sebanyak 15 rumah di Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang rusak akibat tanahnya tergerus air Sungai Mranak. Akibatnya puluhan orang yang menempati rumah tersebut, harus mengungsi di rumah saudara dan tetangganya. Pemkab berencana merelokasi para korban di lokasi yang aman.

Camat Pringapus, Tajudin Noor mengatakan ada 3 rumah yang roboh akibat tanahnya tergerus air Sungai Mranak ketika hujan deras belum lama ini. Selain itu ada 5 rumah warga lain yang kondisinya membayakan sehingga warga merobohkannya. Ditambah 7 rumah warga lainnya yang saat ini memprihatinkan dan berpotensi roboh. Sehingga total 15 rumah tersebut rencananya akan direlokasi di lokasi yang aman.

“Kami sudah cek lokasi bersama Muspika Pringapus. Hasil pendataan kami, ada 15 rumah yang rencananya akan direlokasi, yakni tiga rumah yang hancur, lima rumah yang nyaris roboh dan saat ini posisinya sudah mepet sungai. Selain itu ada tujuh rumah yang berpotensi ambruk karena lokasinya cukup dekat bibir sungai dan tanahnya sudah retak-retak,” tutur Tajudin, Kamis (7/5) kemarin.

Tajudin menambahkan, rencananya warga yang menjadi korban bencana ini akan di relokasi di lahan Perhutani yang saat ini dijadikan permukiman warga. Kebetulan ada sisa lahan sehingga warga yang menjadi korban bencana bisa menempati lahan-lahan di sela-sela rumah warga lainnya.

“Selain rencana relokasi, pengajuan bantuan ke Pemkab sebesar Rp 15 juta per rumah untuk biaya pembuatan rumah sudah diajukan. Saat ini, yang dibutuhkan warga biaya bongkar dan pasang rumah. Untuk bahan sudah ada, karena rumah warga itu dari kayu dengan model bongkar pasang,” ungkap Tajudin.

Ditambahkan Rohadi, 50, warga Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, peristiwa yang mengakibatkan rumah rusak tersebut terjadi Jumat (24/4) malam saat hujan deras, sehingga air di Sungai Mranak sedikit demi sedikit menggerus tanah warga sekitar 10 meter dari bibir sungai, dengan bentangan tanah yang tergerus panjangnya mencapai 200-300 meter. “Sebenarnya rumah warga tidak mepet sungai. Tapi karena tanahnya ambrol, jadi rumahnya roboh,” kata Rohadi.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan lokasi. Kondisinya memprihatinkan lantaran banyak rumah yang rusak sehingga warga butuh segera mendapatkan tempat tinggal. Hingga saat ini, warga menempati di rumah-rumah saudaranya maupun tetangga.

Bondan mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang segera menangani bencana tersebut menggunakan dana tak terduga (Dana TT). “Pemkab harus segera menangani dengan merelokasi warga ke lokasi yang lebih aman. Jalan satu-satunya harus secepatnya direlokasi karena bisa jadi gerusan Sungai Mranak semakin luas sehingga rumah-rumah lainnya bisa roboh,” kata Bondan. (tyo/ida)