Coba Bunuh Diri, Iris Nadi Tangan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BONGSARI – Seorang kakek bernama Sukimin, 68, warga Jalan Kelengan Kecil, Kembangsari, Semarang Tengah, nekat mencoba bunuh diri. Ia berusaha mengakhiri hidup dengan cara mengiris urat nadi tangannya menggunakan pisau.

Sukimin ditemukan tergeletak lemas bersimbah darah di kompleks Pemakaman Karangsawo, Bongsari RT 7 RW 2, Kecamatan Semarang Barat, tepatnya di belakang Kelenteng Sam Poo Kong, Jumat (8/5) sekitar pukul 08.00. Beruntung, aksi konyol itu dipergoki warga yang melintas, sebelum akhirnya dilakukan pertolongan. Nyawa sang kakek berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk mendapatkan perawatan medis.

Kali pertama saksi yang melihat kejadian tersebut adalah Parmin, 40. Saat itu, ia bermaksud ke makam untuk membersihkan nisan makam saudaranya. Namun saat memasuki area makam, ia terenyak mendapati seorang kakek tergeletak di antara batu nisan. ”Saya kaget, ada orang tergeletak di tengah makam. Saya dekati, kakek tersebut bersimbah darah. Saya cek, masih hidup,” kata Parmin di lokasi kejadian.

Parmin pun panik dan bergegas meminta pertolongan warga sekitar. Sejumlah warga pun berlarian menuju lokasi kejadian untuk menolong kakek malang tersebut. ”Kami langsung berusaha melakukan pertolongan dengan cara diperban agar bisa mengurangi pendarahan. Tangannya diiris menggunakan pisau,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, aparat Polsek Semarang Barat tiba di lokasi kejadian dan membawanya ke RSUP dr Kariadi Semarang.

Kakek Sukimin diduga kuat hendak bunuh diri dengan cara mengiris urat nadi menggunakan pisau. Bahkan ia sempat menulis surat wasiat yang ditinggalkan tak jauh di lokasi tubuhnya tergeletak. Surat wasiat itu ditujukan kepada pihak kepolisian. Bahwa ia memilih bunuh diri karena sakit hati dengan anak tiri dan kedua cucunya.

”Maaf Pak Polisi, adanya kejadian ini, saya sakit hati dengan anak tiri saya, Setyoningsih serta cucu saya Sutiyono dan Bagas, terima kasih Pak Polisi, saya Sukimin,” tulis surat wasiat yang diduga ditulis oleh Sukimin tersebut.

Kejadian tersebut sempat menggemparkan warga sekitar. Warga pun berbondong-bondong ke lokasi kejadian. Hingga petang kemarin, korban masih kritis di RSUP dr Kariadi Semarang. (amu/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -