Perajin Keripik Wader Kesulitan Produksi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SULIT CARI IKAN : Rawa Pening yang luasnya 2.670 hektare nyaris tertutup tumbuhan enceng gondok dengan sedimentasi yang sangat cepat. Akibatnya ikan sulit berkembang biak dan nelayan kesulitan menjaring ikan. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SULIT CARI IKAN : Rawa Pening yang luasnya 2.670 hektare nyaris tertutup tumbuhan enceng gondok dengan sedimentasi yang sangat cepat. Akibatnya ikan sulit berkembang biak dan nelayan kesulitan menjaring ikan. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANYUBIRU-Sejumlah pelaku usaha kripik Wader di sekitar danau Rawa Pening mulai kesulitan produksi. Sebab ikan Wader Hijau sebagai ikan endemik Rawa Pening tersebut mulai sulit ditangkap dan jumlahnya juga mulai berkurang. Lantaran pertumbuhan enceng gondok yang sporadis hingga menutupi permukaan Rawa Pening yang terus mengalami pendangkalan.

Seorang perajin kripik Hardono, 45, warga Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang mengatakan bahwa sejumlah perajin keripik Wader dan keripik ikan Cethul sudah tiga bulan ini mulai kesulitan mendapatkan bahan baku. Hal itu disebabkan kondisi Rawa Pening yang dipenuhi enceng gondok sehingga nelayan kesulitan menjaring ikan-ikan tersebut. Akibatnya para perajin harus mendatangkan dari Kabupaten Banjarnegara dan Demak.

“Selain sulit menjaring ikan, jumlah ikan mulai berkurang. Sehingga ikan wader didatangkan dari luar Kabupaten Semarang. Pengaruhnya ongkos produksi jadi lebih tinggi karena harga ikan lebih mahal,” tutur Hardono, Jumat (8/5) kemarin.

Hardono meminta Pemkab Semarang melakukan pengelolaan Rawa Pening sehingga ikan yang dibutuhkan perajin kripik dapat berkembang dengan baik. Pasalnya, jika mengambil ikan dari Rawa Pening, kualitas kripiknya jadi lebih baik. Sebab ikannya masih segar saat diolah, sedangkan jika diambil dari luar daerah ikannya sudah diproses setengah matang.

“Ikan di Rawa Pening juga lebih bagus kualitasnya dari daerah lain. Kami harap pemerintah segera melakukan pengelolaan Rawa Pening ini, sehingga ikan berkembang lebih baik, tidak berkurang jumlahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto meminta pemerintah pusat segera melakukan penanganan Rawa Pening. Sebab Rawa Pening menjadi tumpuan mencari nafkah ribuan masyarakat di sekitarnya dengan mencari ikan, kerajinan enceng gondok dan usaha lainnya. Menurut Bambang jika dikelola dengan baik, Rawa Pening dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pemerintah pusat menyatakan penanganan Rawa Pening menjadi prioritas, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya. Kami harap, DPR RI terus menyuarakan agar pemerintah pusat segera menangani Rawa Pening. Sebab ribuan orang bergantung dari Rawa Pening,” kata Bambang.
Menanggapi hal itu, anggota DPR RI Juliari P Batubara yang meninjau sejumlah usaha kegiatan masyarakat di Banyubiru akan mendesak Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat untuk segera menangani permasalahan di Rawapening. “Saya akan mendesak pemerintah pusat dan Pemprov Jateng secepatnya menangani Rawa Pening,” kata Juliari. (tyo/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -