Prihatin Empek-Empek Dijual Keluar dari Pakem

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PENYUKA TANTANGAN : Ayat Efendi nekat menutup bisnis fashion, beralih ke bisnis empek-empek. Tampak Ayat sedang memberikan briefing ke karyawannya. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYUKA TANTANGAN : Ayat Efendi nekat menutup bisnis fashion, beralih ke bisnis empek-empek. Tampak Ayat sedang memberikan briefing ke karyawannya. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sebagai masakan nusantara yang sudah cukup terkenal di seantero nusantara, empek-empek Palembang banyak dijumpai di berbagai tempat. Bahkan tersebar di berbagai daerah di Pulau Jawa. Namun, menurut Ayat Efendi yang warga Palembang asli, sudah terlalu banyak modifikasi sehingga keluar dari pakem aslinya. Kok?

LUTFI HANAFI, Pekalongan

BAGI Ayat Effendi, panggilan hatinya adalah menjadi seorang tentara. Bahkan tak terlintas sedikitpun untuk mengembangkan bisnis empek-empek Palembang di Pekalongan. Bahkan sejak sekolah di SMK PGRI 1 Palembang, dia mengasah kemampuannya dengan berbagai kegiatan yang bisa meloloskan dirinya sebagai tentara. Dia pun aktif di Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) dan organisasi sekolah lainnya.

Begitu lulus SMK PGRI, langsung mendaftarkan dirinya di AKABRI (Akademi Bersenjata Republik Indonesia). Namun harapan hanya tinggal harapan, lantaran tidak lolos tes. Rasa stres pun tak terelakkan. Untuk menghilangkan rasa malu dan stress, Ayat mengambil keputusan untuk berkeliling di berbagai daerah, mulai dari Pulau Sumatera sampai Pulau Jawa, Banten.

Setelah puas berpetualang, pada tahun 2003 ditawari masuk perusahaan retail fashion. Namun, baru 7 bulan kerja dari Sales Promotion Boy (SPB), dirinya langsung naik menjadi asisten supervisior. Sampai akhirnya naik lebih tinggi menjadi manager dan memegang toko sendiri. Karirnya yang cukup bagus, mendorong pihak manajemen tempat perusahaannya bekerja, mengirimnya ke Pulau Jawa untuk membuka cabang baru. Adalah Kota Jogjakarta pada tahun 2007 silam. “Di Jogja selain kerja, saya akhirnya nyambi ambil kuliah. Alhamdulillah berjalan semua. Sampai akhirnya saya dapat ilmu dan uang,” ucapnya.

Lantaran kinerjanya cukup bagus, tahun 2011 dirinya dikirim oleh perusahaan ke Pekalongan untuk mengembangkan bisnis perusahaan retail fashion di kota batik.

Namun pada 2013, hatinya tergugah dan merasa cukup mengelola bisnis orang lain. Ayat pun akhirnya mengambil keputusan untuk resign dan belajar bisnis sendiri. Masih tetap di bidang fashion. Dengan modal yang dia kumpulkan selama bekerja dan ditambah uang simpanan keluarga, dirinya mulai berani menyewa lapak di mal. Jualannya berbagai macam baju dengan beragam ukuran mulai anak-anak sampai dewasa.

Namun hal itu dia jalani hanya setahun. Meski bisnis fashionnya telah berkembang bagus dan sudah buka cabang, terpaksa ditutup. “Saya merasa jenuh saja dengan bisnis fashion. Saya ingin bisnis yang lain. Empek-empek saya pilih, dengan alasan sederhana karena saya orang asli Palembang. Karena saya sering mendapati orang berjualan empek-empek bukan orang Palembang,” bebernya.

Berbekal uang sisa jualan fashion, Ayat memilih pulang ke kampung halamannya di Palembang. Tujuannya satu, belajar membuat empek-empek yang enak. Sebulan belajar, dari keluarga besarnya yang kebetulan pandai membuat empek-empek, dirinya optimistis bisa mengembangkannya di pulau Jawa.

“Empek-empek yang dijual di Pulau Jawa sudah banyak yang melenceng dari pakem. Contoh sederhananya, dikasih mentimun. Sebenarnya, tidak ada. Untuk itu, saya punya ide membuat empek-empek dengan penyajian yang seorisinil mungkin,” tekadnya.

Kebanyakan orang, katanya, hanya mengenal empek-empek cuma lenjer sama kapal selam saja. Padahal resep orisinil, di antaranya, ada’an, empek-empek kulit, tekwan serta masih ada kerupuk ikan.

Ada’an merupakan empek-empek bulat-bulat sebesar bola tapi kecil-kecil. Sedang empek-empek kulit memang terbuat dari kulit ikan tengiri. Setelah diambil dagingnya untuk empek-empek, kulitnya digiling dan dicampur dengan tepung bumbu standar empek-empek. Rasanya tidak kalah gurih dan nikmat, lebih sedap dan bikin ketagihan.

Dalam penyajiannya, empek-empek tersebut hanya ditemani oleh saus cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan.

Ayat sejak Desember 2013 mulai berbisnis empek-empek Palembang. Kali pertama membuka kedai di stand Food Court Plaza Pekalongan. Lantas gencar melakukan pameran dan promosi, dan kini memiliki 3 cabang baru. “Saya juga nekad mencari pinjaman, akhirnya buka kedai empek-empek di Tlogosari Semarang. Kini sudah ada 8 karyawan, 6 di Pekalongan dan 2 di Semarang. Targetnya tahun ini menambah 12 cabang lagi, 2 gerai besar dan 10 kali lima,” ucapnya semangat. (*/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -