Tanggap Bencana Harus Diajarkan sejak Dini

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang
Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang

SIGAP: Murid-murid SDN Meteseh 1 saat menggelar simulasi bencana. Mereka pun berlarian mencari tempat yang aman untuk penyelamatan diri.
TEMBALANG – Sikap tanggap bencana harus ditanamkan sejak dini. Hal itu akan menjadi bekal ketika bencana melanda. Sehingga hal-ha yang tidak diinginkan bisa diminimalisir.

Seperti yang dilakukan puluhan siswa SDN Meteseh 1, Jumat (8/5). Mereka mendapat pelatihan penanggulangan bencana. Sekitar 80 murid kelas tiga dan kelas empat tersebut terlihat antusias melihat pemutaran video animasi serta mendengarkan materi yang disampaikan oleh pengampu. Setelah mendapatkan materi, mereka diminta menggelar mengaktualisasikan melalui sebuah simulasi bencana, mulai dari langkah awal penanganan bencana kebakaran, tanah longsor, angin puting beliung dan gempa bumi.

Kasi Potensi Basarnas Jateng, Makhfud mengatakan, kegiatan kampanye tanggap bencana ini diadakan untuk memberikan edukasi pada anak-anak sejak dini. Kegiatan yang berlangsumng selama dua hari ini yakni tentang pengetahuan kebencanaan dan langkah antisipasi yang perlu dilakukan bila terjadi bencana.

”Tujuannya agar mereka secara dini sudah mengetahui bagaimana menanggulangi, cara menyelamatkan diri. Selain itu sekaligus memberikan edukasi penanganan pertama untuk mereka sendiri atau ketika pada saat bersama dengan keluarganya,” terangnya.

Menurut Kepala SDN Meteseh 1, Kusnandar, pembelajaran tersebut sangat berharga karena murid akan mendapat pengetahuan keterampilan dalam penanganan serta mengatasi saat terjadi bencana. ”Tujuan lain adalah anak-anak bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Sementara, dari salah satu siswa mengakui sangat senang dengan adanya pembelajaran tersebut. Menurutnya, dirinya bisa mengetahui cara-cara dalam mengatasi bisa terjadi sebuah bencana. ”Dengan begini saya jadi tahu apa yang saya lakukan ketika terjadi bencana,” ujar Ken Ageng Kuncoro. (mha/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -