UPTD Diminta Kembalikan Pungutan

281
MASIH BAGUS : Kantor UPTD Dinas Pendidikan Ungaran Barat yang berada di Jalan MT Haryono Ungaran. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MASIH BAGUS : Kantor UPTD Dinas Pendidikan Ungaran Barat yang berada di Jalan MT Haryono Ungaran. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Semarang meminta UPTD Dinas Pendidikan (Disdik) Ungaran Barat mengembalikan pungutan yang sudah ditarik dari siswa dan guru. Meskipun pungutan tersebut, rencananya untuk perbaikan kantor UPTD. Sebab penarikan pungutan tersebut dilarang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan adanya penarikan pungutan oleh UPTD Disdik Ungaran Barat. Sehingga pihaknya akan memanggil Kepala UPTD Disdik Ungaran Barat untuk menjelaskan masalah pungutan tersebut. “Saya akan mengecek dulu ke UPTD, apakah benar ada pungutan tersebut dan untuk apa,” tutur Dewi Pramungingsih, Jumat (8/5) pagi kemarin.

Dewi menegaskan bahwa pungutan yang dilakukan terhadap siswa sekolah dilarang keras. Apalagi pungutan tersebut dilakukan tidak ada kaitannya dengan sarana dan prasarana pendidikan siswa. Sebab membangun dan renovasi gedung UPTD sudah ada anggarannya dari Pemkab Semarang.

“Kalau memang iya, itu salah, tidak boleh dilakukan. (Pungutan) untuk membangun sekolah saja tidak boleh, apalagi untuk renovasi gedung UPTD. Membangun dan renovasi itu menjadi tanggung jawab Pemerintah,” ungkapnya.

Jika pungutan tersebut sudah dilakukan, Dewi meminta UPTD segera mengembalikan kepada siswa. Sebab pungutan tersebut dilarang dilakukan karena digunakan untuk merenovasi gedung yang menjadi tanggung jawab pemerintah. “Biasanya kalau ada kerusakan lapor kami. Tapi ini belum ada laporan. Meski begitu, nanti akan saya cek kondisinya,” pungkasnya.

Hasil pantauan Jawa Pos Radar Semarang di kantor UPTD Disdik Ungaran Barat kondisi kantor masih cukup bagus. Tidak terlihat ada kerusakan pada sejumlah ruangan di gedung tersebut. Sejumlah pegawai di UPTD Disdik Ungaran Barat saat ditanya keberatan menjelaskan apapun. “Saya tidak bisa memberikan keterangan, takut salah,” kata salah seorang pegawai.

Sementara itu Kepala UPTD Disdik Ungaran Barat, Damroni, tidak ada di kantor karena ada urusan dinas di kantor Dinas P dan K Kabupaten Semarang. Ketika dihubungi teleponnya off.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah orang tua siswa dan guru di sejumlah sekolah di Kecamatan Ungaran Barat mengeluh adanya pungutan pembangunan gedung UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Ungaran Barat. Mereka mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang karena masin-masing siswa dipungut uang Rp 2000 dan guru dipungut Rp 5000 oleh UPTD Dinas Pendidikan (Disdik) Ungaran Barat.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan UPTD Disdik Ungaran Barat, disebutkan, dalam rangka perbaikan gedung UPTD Dinas Pendidikan, maka siswa diharapkan memberikan sumbangan minimal Rp 2000. Sumbangan dikumpulkan paling lambat Jumat (08/5).

Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Semarang, meminta pungutan tersebut dibatalkan karena tidak tepat. Sebab murid dan guru diminta iuran untuk membangun gedung UPTD Disdik Ungaran Barat, padahal pembangunan maupun renovasi gedung milik pemerintah menjadi kewajiban Pemkab Semarang untuk membiayanya. (tyo/ida)