Abdullah Nur Resmi Ditahan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DITAHAN: Tersangka kasus korupsi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang, Abdullah Nur, selaku Direktur PT Permai Jaya saat digelandang menuju mobil tahanan Kejati Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITAHAN: Tersangka kasus korupsi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang, Abdullah Nur, selaku Direktur PT Permai Jaya saat digelandang menuju mobil tahanan Kejati Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Satu tersangka kasus korupsi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang, Abdullah Nur selaku Direktur PT Permai Jaya, resmi ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

”Kami telah menahan pihak rekanan yang mengerjakan pemeliharaan jalan di 3 kecamatan di Kabupaten Rembang. Tersangka atas nama AN selaku direktur PT Permai Jaya. Diduga modus yang dilakukan adalah pengerjaan tidak sesuai dengan kontrak,” ujar Kepala Kejati, Hartadi didampingi Kasi Penkum, Eko Suwarni, Penyidik, Rinawati, Senin (11/5).

Hartadi mengatakan, bahwa proyek pengerjaan pemeliharaan jalan tersebut menggunakan dana APBD tahun anggaran 2014. ”Dengan nilai kontrak senilai Rp 6.915.056.000 dengan area pekerjaan di Kecamatan Sulang, Sumber, dan Kaliori,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan, lanjut Hartadi, terdapat kekurangan mengenai kualitas pekerjaan seperti material yang tidak sesuai spesifikasi, dan terdapat selisih volume, serta beberapa item pengerjaan belum dikerjakan. ”Dari hasil audit tim ahli dari Unnes, terdapat kerugian negara sekira Rp 900 juta. Beberapa item pekerjaan juga belum dikerjakan dan banyak pekerjaan tidak sesuai kontraknya,” ungkapnya.

Kasi Penerangan Umum (Penkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni menambahkan, kasus tersebut mulai diungkap oleh pihaknya sejak 20 Maret 2015. ”Setelah melakukan pemeriksaan intensif akhirnya kejati menentukan tersangka yakni, Abdullah Nur,” imbuhnya.

Eko mengatakan, tersangka diancam dengan pasal subsideritas yakni pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah ke dalam undang-undang nomor 20/2001 tentang tindak pidana korupsi. ”Tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan di Lapas Kedungpane, Semarang,” katanya. (bj/zal/ce1)

Berita sebelumyaKejari Tahan Paksa Harini
Berita berikutnyaDibutuhkan Cyber Teacher
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -