Anggap Murid Iseng, Punya Kelebihan

338
Dela Ayu Puspita. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Dela Ayu Puspita. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEBAGAI guru matematika yang masih lajang, Dela Ayu Puspita mengaku sering digoda oleh murid-muridnya. Namun gelagat para siswa itu tak dianggapnya sebagai hal negatif, karena masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Biasa anak-anak, caper (cari perhatian, red), godain saja sukanya. Bagi saya itu hal wajar,” ungkap guru matematika.

Dela, sapaan ibu guru SMP El Husna, Kandeman Batang itu memaparkan bahwa tanpa menghakimi dengan sudut pandang positif atau negatif, tindakan menggoda atau iseng yang dilakukan siswa merupakan potensi. “Jangan dicap sebagai anak nakal dulu, karena sebenarnya siswa yang mempunyai tindakan itu memiliki potensi lebih, dibandingkan yang lain,” jelasnya.

Maka dari itu, Dela mengaku lebih bisa belajar mengenal bagaimana kondisi anak didik sehingga bisa diarahkan kepada hal yang bermanfaat untuk siswa itu sendiri. “Potensi itu harus diarahkan. Karena sebetulnya anak-anak dalam tanda kutip nakal itu memiliki keberanian lebih. Hanya saja perlu diketahui batasan-batasannya,” ujar dara kelahiran 23 Juli 1990 tersebut.

Selain mengajar mata pelajaran matematika, Dela mengajar Seni Budaya dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sehingga, ia juga harus kembali membuka buku, terutama Seni Budaya dan TIK yang notabene bukan jurusannya ketika kuliah. “Sekarang jadi sering buka buku Seni Budaya dan TIK. Tapi saya malah senang, karena bisa banyak belajar dan berkembang,” imbuhnya.

Lantaran kerap diisengi muridnya, alumni Universitas Pekalongan (Unikal) itu mengaku iseng juga, berlatih mendidik anak usai menyudahi masa lajangnya nanti. “Itung-itung belajar mendidik anak, biar terbiasa saat sudah punya anak nanti. Jadi sudah tahu bagaimana cara mengatasinya,” ungkapnya cair. (hil/ida)