Awalnya Nekad, Kini Jadi Lahan Bisnis

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KREATIF : Sunarjo menunjukan perbandingan pesawat aeromodeling dari bahan bekas serta pesawat aeromodelling dari toko mainan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF : Sunarjo menunjukan perbandingan pesawat aeromodeling dari bahan bekas serta pesawat aeromodelling dari toko mainan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Barang bekas seperti botol plastik bekas oli, sterofoam bekas tempat buah-buahan impor, pipa alat pancing bekas, serta sandal jepit yang selama ini sering dijumpai di bak sampah, ternyata bisa menjadi barang berharga. Seperti apa?

TAUFIK HIDAYAT, Batang

DI tangan Donu Sunarjo, 37, warga Perumahan Pasekaran Batang, barang bekas dan tak berguna lagi, bisa disulap menjadi pesawat aeromodeling yang benar-benar bisa terbang layaknya pesawat terbang. Bahkan hanya dengan modal beberapa ratus ribu, pesawat aeromodeling yang dikendalikan dengan remote control tersebut bisa laku hingga jutaan rupiah.

Donu kepada Jawa Pos Radar Semarang mengaku, ide membuat pesawat aeromodeling dari barang bekas tersebut bermula saat dirinya membeli pesawat mainan pertamanya dengan jenis Wing Dragon seharga Rp 1,6 juta pada tahun 2011 lalu. Pesawat itu buatan China di Semarang. Namun pesawat Wing Dragon yang digunakan untuk para pemula tersebut, sering rusak dan harus diperbaiki ke Semarang.

Lantaran harus bolak-balik Batang-Semarang, hanya sekadar untuk memperbaiki pesawat aeromodeling tersebut, Sunarjo akhirnya nekad memperbaiki pesawat aeromodeling tersebut sendiri. Dan ternyata bisa. “Sejak itu, saya membuat pesawat aeromodeling sendiri dengan menggunakan bahan-bahan bekas yang ada di sekitar rumah,” ungkapnya Senin (11/5) siang kemarin.

Dengan menggunakan barang bekas seperti botol plastik bekas oli, sterofoam bekas, tempat buah-buah impor, pipa alat pancing bekas serta sandal jepit, ternyata digunakan untuk membuat pesawat aeromodeling.

Agar pesawat bisa terbang layaknya pesawat betulan, maka dipasanglah motor Brushless, Serfo 9 gram, satu unit Speed Control dan batu baterai litium. Demikian juga untuk pengendalinya menggunakan remote dan penerima sinyal yang dibeli pada toko elektronik.
“Semua barang eletronik tersebut mudah diperoleh, karena dijual bebas di toko alat elektronik. Harganya pun murah tidak lebih dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu,” kata Sunarjo, sambil membuat pesawat aeromodeling pesanan warga.

Sunarjo juga menandaskan kendala dalam pembuatan pesawat aeromodeling tersebut, membutuhkan lahan aspal yang luas dan halus, agar bisa terbang dan mendarat dengan baik, serta tidak mudah rusak. “Selama ini permainan pesawat aeromodeling terkendala lahan. Yang diperlukan seperti Alun-Alun Batang. Namun sejak tempat tersebut diperbaiki, pindah ke lokasi di Kajen, Kabupaten Pekalongan,” tandas Sunarjo.
Kini setelah terbukti bahwa pesawat aeromodeling yang terbuat dari barang bekas tersebut bisa terbang, seperti layaknya pesawat betulan dan bisa dikendalikan. Warga sekitar Kabupaten Batang dan luar daerah, mulai ikut memesan pesawat aeromodeling tersebut. Mulai hari harga Rp 1 juta hingga Rp 2 jutaan dengan jenis dan variasi yang berbeda.

Yudi Santoso, warga Desa Kauman, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, mengaku sudah berulang kali memesan pesawat aeromodeling buatan Sunarjo. Menurutnya, pesawat aeromodeling buatan Sunarjo, tidak saja murah tapi juga diajarkan cara membuat dan memperbaikinya. “Jadi kalau pesawatnya rusak, saya bisa memperbaikinya sendiri,” kata Yudi. (*/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -