Bupati Jadi Kelinci Percobaan

355
MELINTASI JEMBATAN DARURAT: Bupati Pekalongan Amat Antono melambaikan tangan ketika melewati jembatan darurat, Senin (11/5) kemarin,  ANTUSIAS: Sejumlah warga memenuhi tepi sungai untuk menyaksikan ujicoba jembatan darurat yang dilakukan oleh Bupati Amat Antono, Senin (11/5) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
MELINTASI JEMBATAN DARURAT: Bupati Pekalongan Amat Antono melambaikan tangan ketika melewati jembatan darurat, Senin (11/5) kemarin,
ANTUSIAS: Sejumlah warga memenuhi tepi sungai untuk menyaksikan ujicoba jembatan darurat yang dilakukan oleh Bupati Amat Antono, Senin (11/5) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN-Bupati Pekalongan Amat Antono menjadi kelinci percobaan ketika memastikan kekuatan dan keamanan jembatan darurat di Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni, Senin (11/5) kemarin. Dengan menggunakan mobil dinasnya, bupati berada di posisi paling depan saat melintasi jembatan yang nantinya digunakan sebagai jalur alternatif selama pembangunan Jembatan Surobayan (jalur utama wilayah utara dan selatan) Kabupaten Pekalongan. Menyusul kemudian bus Pemkab Pekalongan dan beberapa mobil lainnya.

“Saya melakukan pengecekan secara langsung untuk mengetahui kesiapan jembatan darurat ini. Karena jembatan ini, untuk memperlancar pembangunan Jembatan Paesan atau Jembatan Surobayan yang usianya lebih tua dari saya, yaitu sudah lebih dari 60 tahun,” ungkap bupati yang sudah berada di penghujung masa jabatannya.

Jembatan Surabayan, kata Antono, akan mulai dibangun Rabu (13/5) besok. Oleh karena itu, yang akan melewati Jembatan Surobayan untuk sementara ini, dialihkan lewat Desa Bugangan sampai jembatan baru tersebut selesai dibangun sekitar 4 Desember 2015 mendatang.
“Jembatan Surobayan itu dibangun dengan biaya tidak sedikit, yaitu Rp 25,520 miliar. Saya minta keikhlasannya pak, bu, karena jalan desa ini akan semakin padat,” kata Antono kepada ratusan masyarakat yang memenuhi lokasi ujicoba jembatan.

Jembatan darurat dengan panjang 93 meter dan lebar 3,6 meter itu, katanya, merupakan jalur alternatif mudik Lebaran‎. Jembatan memiliki tiga ruas dengan kemampuan saban ruas menahan beban 12 ton. “Bapak Ibu sedoyo, mboten sah kuatir. Setiap harinya akan ada petugas dari Dinas Perhubungan, Kepolisian dan TNI untuk menjaga lalulintas dengan sistem buka tutup agar kepentingan masyarakat mboten terganggu,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Soediarto mengatakan bahwa Jembatan Surobayan akan memiliki tampilan yang elok untuk fotografi. Akan ada pemasangan menara setinggi 15 meter. “Pada bagian atas itu, ada kabel yang terpasang, seperi jembatan di Singapura,” jelasnya.
Lurah Bugangan, Mulsetyadi mengatakan bahwa dirinya beserta seluruh warga mendukung kebijakan bupati dengan membantu melakukan pangamanan. “Kami juga minta tolong, setelah selesai pembangunan, papan jembatan darurat ini agar bisa disumbangkan kepada kami untuk membangun jembatan gantung,” ungkapnya disambut riuh masyarakat. (hil/ida)