Dikelola Ibu-Ibu Pengajian, Bagikan Ribuan Nasi Bungkus

350
PEDULI KORBAN KEBAKARAN: Aktivitas ibu-ibu pengajian dan takmir Masjid Kauman di dapur umum korban kebakaran Pasar Johar kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI KORBAN KEBAKARAN: Aktivitas ibu-ibu pengajian dan takmir Masjid Kauman di dapur umum korban kebakaran Pasar Johar kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI KORBAN KEBAKARAN: Aktivitas ibu-ibu pengajian dan takmir Masjid Kauman di dapur umum korban kebakaran Pasar Johar kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Takmir Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman ikut turun tangan membantu para korban dan petugas dengan menyediakan nasi bungkus. Mereka membuka dapur umum di kompleks masjid setempat. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

SIANG yang begitu terik Senin (11/5) kemarin, tidak menyurutkan semangat takmir masjid untuk membantu para korban kebakaran. Dengan sigap, mereka mendirikan Posko Dapur Umum untuk membantu para pedagang yang menjadi korban kebakaran dahsyat tersebut. Juga bagi aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran, anggota TNI, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, dan para relawan yang diterjunkan di lokasi kebakaran.

Makanan berupa nasi bungkus, mi instan, dan segelas teh sudah tertata rapi di atas meja di depan sekretariat Masjid Agung Kauman. Para korban kebakaran yang datang untuk salat mampir sembari beristirahat setelah mengamankan barang dagangan yang bisa diselamatkan dari amukan si jago merah.

Takmir Masjid Kauman sekaligus Koordinator Dapur Umum, Muhaimin, mengatakan, dapur umum tersebut terbentuk dari koordinasi bersama badan tanggap bencana Masjid Kauman, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, dan lembaga keagamaan lainnya sejak Sabtu (9/5) malam saat terjadinya kebakaran.

”Sejak didirikan, respons dari para pedagang yang menjadi korban sangat baik. Mereka (korban, Red) pasti lupa akan makan lantaran fokus mengevakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diakui, bantuan makanan dan minuman tersebut datang dari berbagai sumber. Salah satunya dari BPBD dan beberapa orang yang datang sendiri menyalurkan bantuan berupa uang dan bahan makanan lainnya. Tak hanya bantuan nasi bungkus, tapi juga aneka snack, mi instan, dan minuman tersedia setiap saat.

”Kita fokus kepada mereka yang tidak bisa ke mana-mana, kita juga jemput bola dengan mengantarkan makanan dan minuman kepada pedagang yang menjaga dagangannya. Juga kepada petugas pemadam kebakaran, anggota polisi, BPBD dan TNI yang bertugas. Apalagi pasca kebakaran, belum banyak warung makan yang buka,” ujarnya.

Dengan menggunakan dua tenda berkuruan kecil, puluhan relawan berjibaku dengan waktu untuk menyediakan makanan dan minuman. Mereka menyediakan makanan tiga kali dalam sehari, yakni pagi, siang dan sore. Ribuan nasi bungkus dan mi instan disiapkan. ”Dapur umum ini melibatkan ibu-ibu pengajian Masjid Kauman, remaja masjid, serta santri Ponpes Rhoudlatul Quran,” tuturnya.

Saat kebakaran terjadi, kata dia, takmir masjid membagikan minuman kopi dan susu lantaran upaya pemadaman berlangsung sampai pagi. Untuk pagi harinya, nasi bungkus disiapkan untuk sarapan para petugas dan korban. ”Kesulitannya nggak ada, ini kan insidentil, jadi mengalir saja,” ujarnya.

Posko itu dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 pagi sampai 20.00 malam. Aktivitas pemberian bantuan pada siang dan malam hari, diakui, yang paling sibuk. ”Untuk pagi sekitar 100 bungkus yang dibagikan, kalau siang dan malam bisa sampai 300-an bungkus lebih,” tuturnya.

Menurut dia, keberadaan dapur umum di Masjid Agung Kauman akan dievaluasi tiga hari pascamusibah kebakaran. Jika aktivitas sudah normal, maka dapur umum akan ditiadakan. Meski begitu, Muhaimin mengatakan jika kemungkinan dapur umum akan terus membantu selama masih dibutuhkan. ”Kita lihat dulu kebutuhan para korban, kalau sudah normal mungkin dapur umum akan ditiadakan,” ucapnya.

Pihaknya berpesan kepada para dermawan ataupun lembaga bantuan, ada baiknya jika memberikan bantuan berupa konsumsi nasi bungkus karena memang sangat dibutuhkan para pedagang dan petugas.

Diakui, tak sedikit dermawan yang menyumbangkan uang lewat takmir Masjid Kauman. Rencananya, uang sedekah itu akan dibagikan kepada para pedagang yang benar-benar membutuhkan. (*/aro/ce1)