Ketua DPD Golkar Diperiksa Tipikor

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA—Ketua DPD Partai Golkar Salatiga, Agung Setiyono, Senin (11/5) kemarin, menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik Tipikor Polres Salatiga. Yakni, dalam dugaan kasus penyelewengan dana bantuan partai politik (Banpol).

Agung yang juga mantan anggota DPRD Salatiga periode 2009-2014 ini datang ke Mapolres sekitar pukul 09.00. Ia didampingi beberapa kuasa hukumnya, yakni Heru Wismanto dan rekan.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kasatreskrim Polres Salatiga AKP Moch Zazid mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Agung ini merupakan awal pemeriksaan setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Februari lalu. Sedangkan materi pemeriksaan masih bersifat umum, seputar kapasitasnya selaku ketua partai.

Zazid menambahkan, audit dari BPKP Jateng terkait jumlah kerugian negara juga belum turun. Sesuai ketentuan, BPKP memiliki waktu 20 hari setelah berkas laporan masuk dan batas akhir laporan hasil audit tersebut jatuh pada Senin (11/5) kemarin. Namun demikian, hasil audit tersebut bisa diperpanjang. “Ini memang hari terakhir pemeriksaan. Tapi sampai saat ini, audit dari BPKP belum turun,” ujar Moch Zazid saat dikonfirmasi, Senin siang kemarin.

Mengenai apakah tersangka Agung langsung ditahan? Zazid mengatakan bahwa pihaknya belum menahan, karena tersangka bersikap kooperatif. Sebagaimana diketahui, Polres Salatiga menetapkan Agung Setiyono sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana bantuan politik (Banpol) DPD Partai Golkar Salatiga.

Penetapan Agung ini dilakukan setelah penyidik menggelar pemaparan kasus (ekspos) tersebut, Selasa (3/2) lalu. Dari hasil ekspos, petugas memiliki cukup bukti tentang adanya dugaan penyimpangan dana banpol yang berasal dari APBD itu. Ditemukan kerugian negara sekitar Rp 105 juta, karena ada pengeluaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Kasus ini bergulir setelah Kepala Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Salatiga, Gancar Widarso melaporkan Agung ke Mapolres Salatiga atas dugaan penggelapan dana partai total sekitar Rp 183 juta. Pelaporan yang dilakukan Widarso dilakukan langsung kepada Kapolres Salatiga saat itu AKBP Dwi Tunggal Jaladri pada Agustus 2014. (abd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -