Lagi, Polda Survei Lahan Karanganyar

350
TINJAU LAHAN : Tim Polda Jateng bersama Bupati dan Kapolres Pekalongan makan siang, sebelum meninjau lokasi lahan calon Lemdikpol di Kecamatan Karanganyar, Senin (11/5) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
TINJAU LAHAN : Tim Polda Jateng bersama Bupati dan Kapolres Pekalongan makan siang, sebelum meninjau lokasi lahan calon Lemdikpol di Kecamatan Karanganyar, Senin (11/5) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN-Rencana pembangunan Lembaga Pendidikan Polisi (Lemdikpol) Pusat Pendidikan Tugas Umum (Pusdik Gasum) Polri di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, mulai menemui titik terang. Bahkan, Senin (11/5) kemarin, tim Polda Jateng kembali mendatangi lokasi untuk melakukan survei lokasi.

Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Jateng, Kombes Pol Albertus S Sitorus mengatakan bahwa pihaknya antusias sekali terkait hibah lahan yang bermuara pada pengembangan daerah tersebut.

“Kami survei langsung ke lokasi. Dan ini sudah ke tahapan teknis dengan melakukan pendalaman bersama Polres dan Pemkab Pekalongan. Termasuk seperti apa tanggapan masyarakat,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Albertus memaparkan, sambutan positif Polri di antaranya disebabkan karena Pusdik Gasum yang berada di Porong, Sidoarjo sudah tidak layak lagi digunakan. Menurut dia, meski prioritas utama adalah Pusdik Gasum, tidak menutup kemungkinan adanya pembangunan untuk bidang lain. Seperti Perencanaan dan Anggaran juga Pamobvit.

“Kami dari Polda Jateng hanya mempersiapkan lahan, data pendukung, yang menentukan Mabes Polri. Sudah diusulkan, mudah-mudahan 2016, bisa terealisasi,” imbuhnya didampingi Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi.

Bupati Pekalongan, Amat Antono mengatakan bahwa tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) tersebut sudah diperbolehkan untuk dihibahkan dari Pemkab Pekalongan kepada Polri. “Sudah kami usulkan sejak tahun 2011. Saya sudah menghadap BPN dan Deputi, semuanya mengiyakan. Sudah oke. Akhirnya saya membuat pernyataan, menghibahkan ke Polri,” kata dia.

Terkait status lahan tersebut, kata Antono, pihaknya sudah menerima jawaban secara lisan. “Secara lisan sudah. Saat ini tinggal menunggu SK-nya,” jelasnya.

Sementara itu, rencana pembangunan Pusdik Gasum di wilayah Kabupaten Pekalongan menuai sambutan positif dari masyarakat. Sebab, dengan adanya pengembangan daerah, pastinya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Di sana akan tumbuh warung-warung baru, tempat foto copi baru, tempat kos baru dan lain sebagainya. Semuanya untuk peningkatan perekonomian masyarakat,” imbuh Antono.

Seperti diwartakan beberapa waktu lalu, Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali telah melakukan tinjauan lahan seluas 17,02 hektare di Desa Karanggondang Kecamatan Karanganyar. Lahan tersebut direncanakan bakal dibangun Lemdikpol Pusdik Gasum. “Sebenarnya lahan 10 hektare sudah cukup. Namun jika ada lahan lebih luas (17,02 hektare) bisa digunakan untuk pengembangan,” kata Kapolda Jateng saat berkunjung ke Kabupaten Pekalongan, Rabu (15/4) lalu.

Menurut Ali, terkait rencana itu harus segera ada penetapan status lahan, yakni dari HGU menjadi tanah terlantar. Sesuai riwayat penguasaan hak guna usaha (HGU) PT Estu Subur, lahan seluas 44,700 meter persegi dan 125,500 meter persegi itu diperuntukkan perkebunan cengkeh dengan jangka waktu 25 tahun atau berakhir pada 31 Desember 2000.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pekalongan, Antonius Imbiri mengatakan bahwa sesuai sidang panitia C pada 21 Juli 2011, HGU atas nama PT Estu Subur terindikasi terlantar. Lahan tersebut, saat ini digarap oleh masyarakat. Di antaranya ditanami sengon, durian dan pisang.
“Hak guna lahan tersebut, telah habis pada tahun 2000. Kini masih diusulkan statusnya menjadi tanah terlantar. Usulan itu sudah kami lakukan ke BPN pusat pada 2011, tapi hingga kini keputusannya belum turun,” terangnya. (hil/ida)